-->

Notification

×

Diduga Sakit Sesak Nafas Seorang TKI Asal Cirebon Pekerja ABK Tewas di Kapal Taiwan

Sunday, 28 June 2020 | 22:31 WIB Last Updated 2020-06-28T15:31:13Z
Seorang ABK Asal Cirebon Bernama Ahkmad Wahid Saat Sakit berada di Kapal

CIREBON //- Seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Pekerja Anak Buah Kapal Taiwan Asal Desa Pegagan lor Kecamatan Kapetakan Kabupaten Cirebon dikabarkan Tewas meninggal dunia dalam keaadaan sakit sesak nafas sebelumnya, di kapal Taiwan. Korban diketahui bernama Ahkmad Wahid (20), yang dikabarkan langsung oleh rekan kerjanya melalui via seluler Handpond kepada pihak keluraga di tanah air, Minggu (28/06/2020).

Nampak dirumah duka, sedang diadakan do'a tahlilil bersama membacakan surat Yasin, selain itu juga Pemerintah Desa setempat diwakili Juragan Sdra. Sudiana turut hadiri untuk kepengurusan warganya, yang diketahui Korban berangkat ke Kapal Taiwan melalui jasa penyalur PT. Puncak Jaya Samudra dengan alamat Pemalang Jawa Tengah.

Mendengar Hal itu, Kerabat dan orang tua Korban terpukul setelah mendengar kabar meninggalnya Ahkmad Wahid, pria yang baru bekerja di Kapal Taiwan selama 9 bulan tersebut juga menjadi tulang punggung keluarga.

Aparat Desa pegagan lor mendampingi keluarga Korban

Kholipa (60), Ibunda Korban, membenarkan bahwa anaknya bernama Ahkmad Wahid dikabarkan telah meninggal dunia, kabar datang dari rekan kerjanya yang saat ini masih bersama anaknya di kapal taiwan dan saat ini kapalnya berada di negara Srilangka yang katanya Ahkmad wahid (korban) sebelumnya mengalami sakit sesak Napas selama 3 hari kurang lebihnya, namun saat rekan korban melaporkan seorang ABK sedang alami sakit tersebut diduga tidak dihiraukan oleh sang Kapten Kapal, sehingga anak kami tidak tertolong" artinya anak kami dibiarkan begitu saja, tanpa pertolongan Medis" ungkapnya dengan nada sedih.

"Korban dikabarkan rekanya meninggal dunia pada waktu siang sekira pukul 13.00. Wib" minggu (28/06/2020).

Ibunda Korban menambahkan" Kami selaku pihak keluarga akan menunggu dan meminta Jenazah anaknya agar secepatnya bisa di proses untuk kepulanganya ke tanah air" ungkap Kholipa dengan nada isak tangis 



Laporan : (Wadira)

No comments:

Post a comment

Halaman Facebook

×
Berita Terbaru Update