-->

Notification

×

JEMBATAN PENGHUBUNG PADANG TOPONG DAN PAIKER SEGERA DI BANGUN DENGAN TIPE" A "

Saturday, 27 June 2020 | 21:48 WIB Last Updated 2020-06-27T14:48:12Z

EMPAT LAWANG //-(Sabtu-27/06/2020)" Pembangunan Jembatan Penghubung Desa Padang Tepong, dan (PAIKER) Pasma Air Keruh mulai di Bangun, Pekerjaan di mulai dengan pengambilan sampel tanah," Proyek Jembatan tersebut di kerjakan oleh PT.Riki Kencana Sukses Mandiri (RKSM),"

"Informasi yang di dapatkan dari Subur, sebagai pengetesan sampel tanah. Pengambilan sampel sudah selesai dan akan di lanjutkan pembangunan tiang Jembatan.

Pada Tahun 2020 ini baru di bangun tiangnya saja, badan Jembatanya di lanjutkan di tahun 2021 mendatang, dia juga mengatakan, Jembatan yang di bangun sekarang ini jauh berbeda dari Jembatan yang dulu.

Kalau dulu Jembatan ini di bangun dengan tipe C, sedangkan Jembatan yang dibangun sekarang ini di rubah dengan tipe A,"Tuturnya

"Sambungnya lagi, pembangunan tiang Jembatan ini memakan waktu selama 3 (tiga) bulan, itupun kalau tidak ada hambatan dari kondisi  air Sungai Musi, yang  Sering muluap, dan kita berharap selama pembagunan di kerjakan sungai musi tidak meluap. harapnya,"

Jembatan ini masi memakai tiang tengah, tiangnya lebih tinggi dari tiang  jembatan yang dulu. Badan Jembatannya lebih lebar lagi dari ukurannya.

Untuk di ketahui lebih lanjut, awak media berupaya menemui pelaksana pembangunan tiang Jembatan tersebut, Saudara Alex, namun pelaksanyan belum mendapatkan gambarnya,

"Namun harapan masyarakat Kecamatan Ulu musi dan masyarakat(PAIKER), Pasma Air Keruh khususnya, agar Jembatan tersebut secepatnya di bangun, di Karenakan ini menyangkut kepentingan perekonomian masyarakat umum,"

Dan juga kepentingan belajar mengajar bagi sekolah SMAN 1 (satu) Ulu musi, di Karenakan tenaga pengajar dan pelajar 99% di seberang Sungai Musi,

Setelah Jembatan Sungai Musi roboh di terjang Banjir Bandang pada 27 Apri 2019 lalu, akses penyeberangan antara dua Kecamatan menggunakan Rakit Tambang,

"Sadisnya kalau Sungai Musi airnya meluap/besar, pengguna Rakit Ponton tidak bisa menyeberang, terpaksa akses penyeberangan terhenti,

"Pengguna Rakit Ponton dan anak sekolah, bahkan belajar mengajarpun juga ikut terhenti, Harapan warga masyarakat agar Pemerintah dapat memperhatikan keadaan yang di alami masyarakat antara dua Kecamatan saat ini. Ucapnya,"


Laporan : (fr.As)

No comments:

Post a comment

Halaman Facebook

×
Berita Terbaru Update