-->

Notification

×

Benar Apa Kata Rizal Ramli, PLN Terlilit Utang Rp500 Triliun

Wednesday, 1 July 2020 | 10:23 WIB Last Updated 2020-07-01T03:24:09Z
Ilustrasi

JAKARTA //- PT Perusahaan Listrik Negara atau PLN (Persero) terlilit utang hingga mencapai Rp500 triliun pada akhir 2019. Perusahaan pelat merah tersebut terbebani utang dalam jumlah super besar untuk membiayai proyek kelistrikan 35 ribu megawatt (MW).

“Terbukti sekarang apa yang dinyatakan oleh mantan Menko Maritim, Rizal Ramli (RR), bahwa PLN bisa bangkrut dengan proyek 35.000 MW, ketika pertamakali sertijab Menko Maritim, Rizal Ramli dalam pidatonya langsung kritik keras tentang proyek tersebut, RR juga menjelaskan bahwa dia pernah pengalaman menyelamatkan PLN ketika era Presiden Gus Dur,” kata pengamat kebijakan public, Sjafril Sofyan kepada Harian Terbit, Rabu (1/7/2020).

Menurut Sjafril, ketika itu Rizal Ramli “diserang” oleh Wapres JK, Menteri BUMN Rini, Menteri ESDM Sudirman Said dengan mengatakan tidak tahu apa-apa, bukan bidangnya jangan ikut mengurusi PLN.

“BUMN memang bukan berada dibawah koordinasi Menko Maritim, lalu Menteri ESDM tidak pernah hadir dalam rapat koordinasi. Media mainstream TV, Koran dan media online ikut “menyerang” RR sebagai Menteri tukang heboh. Lucunya Presiden Jokowi yang “membujuk’ RR menjadi Menko malah “tidak berani” membela RR dari serangan tersebut,” kata Sjafril.

Jika sekarang sudah terlilit utang demikian besar hampir seperempat APBN, dan sekarang untuk menghindari gagal bayar semua bisa rontok. Disamping Pemerintah juga ada utang kepada PLN, lanjut Sjafril, dipastikan oleh rejim Jokowi akan dikucurkan pula uang negara/rakyat lagi untuk menambal utang tersebut.

“Lalu siapa yang diminta pertanggung jawaban, padahal sudah diingatkan oleh RR sewaktu menjabat Menko., semestinya Presiden Jokowi yang tidak punya kemampuan memilih pembantunya menyelamatkan PLN,  termasuk BUMN besar lainnya.

Seperti diberitakan, Direktur Utama PLN, Zulkifli Zaini mengatakan, kenaikan utang sebesar Rp500 triliun tersebut terjadi dalam 5 tahun terakhir. Padahal, pada 2014 perseroan hanya berutang tidak sampai Rp50 triliun.

“Lima tahun terakhir PLN membiayai investasinya dengan utang. Tapi karena tiap tahun utang Rp100 triliun, ya maka utang PLN di 2019 kemarin mendekati Rp500 triliun,” kata Zulkifli dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI DPR RI di Jakarta, belum lama ini.

Menurut dia, PLN terpaksa mencari pinjaman dana untuk proyek pengadaan listrik 35 ribu MW lantaran benar-benar tidak mampu membiayainya secara mandiri.

“Karena memang kita enggak ada kemampuan investasi yang terkait dengan 35 MW ini. Dari investasi itu, pinjaman Rp100 triliun per tahun hampir enggak ada dana sendirinya dari PLN. Rp100 triliun itu 100 persen pinjaman,” tutur dia.

“Sebagai bankir saya paham ini enggak sehat. Kalau ada debitur datang ke bank, mau investasi Rp100 triliun pasti saya tanya, dana sendirimu berapa? Saya minta 30 persen kan. Tapi case PLN, dana sendiri nol pinjaman 100 persen. Ini kondisinya,” tandasnya.


Redaksi

Halaman Facebook

×
Berita Terbaru Update