-->

Notification

×

Adsense

Iklan

Tag Terpopuler

LSM Gagak Akan Layangkan Surat ke Kejati Hingga Unras, Dinkes dan RSUD Cianjur : Tidak Ada Pungli Yang Ditudingkan

Saturday, 4 July 2020 | 09:43 WIB Last Updated 2020-07-04T02:44:18Z
Poto: Ilustrasi
Insentif sudah ditransfer ke nomor rekening (Norek) masing-masing, langsung tanpa melalui norek RSUD Cianjur.

JOURNAL CIANJUR- LSM Gagak Cianjur, akan melayangkan (pemberitahuan) surat aksi unjuk rasa (Unras) atau audensi ke Pemerintah Daerah (Pemkab) Canjur, mengenai dugaan pemotongan anggaran tenaga kesehatan (Nakes) insentif Covid-19, per orang Rp900 ribu hingga Rp2 juta.

Bahkan, pihaknya akan melaporkan melayangkan surat ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bandung, Provinsi Jawa Barat, waktu dekat ini, Sabtu (4/7/2020).

Ketua LSM Gerakan Aku Geram Anti Korupsi (Gagak) Cianjur, Tirta Jaya Pragusta mengatakan, memang itu juga sudah dikembalikan 45 persen. Tapi, masih besar sisanya kemana? artinya, untuk mempertegas dan meminta kepada pak Plt Bupati Cianjur, untuk segera memanggil Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan dan juga Dirut RSUD Kabupaten Cianjur, prihal kasus dugaan pemotongan insentif dana Covid-19, terjadi di RSUD Kabupaten Cianjur.

"Kami akan segera melaporkan ketika tidak ada titik temu, ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bandung, Provinsi Jawa Barat. Supaya bisa diproses secara hukum," katanya, hal sama sejumlah puskesmas  ada di Cianjur.

Ia memaparkan, terus terkait pernyataan zona hijau, yang bertolak belakang dengan realita saat ini. Juga, akan dilaporkan. Karena faktanya di lapangan saat ini malah makin banyak yang terjangkit atau yang menjadi status ODP dan PDP positif Covid-19.

"Indikasinya adanya kepentingan politik penguasa dan gerbongnya. Karena, Cianjur adalah salah satu peserta Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 serentak saat ini," terang Tirta.

Sehingga, masih papar Ketua LSM Gagak Cianjur, seakan dipaksakan untuk bisa menjadi zona hijau. Tanpa mementingkan nasib rakyatnya yang semakin banyak terindikasi Covid-19. Juga, banyaknya pegawai atau yang sekolah di luar Cianjur, pulang kampung mencapai 2.000 orang (kurang lebih) tidak diperhatikan atau terpantau.

"Ketika mereka masuk ke Cianjur. Itu juga menjadi salah satu dampak cepatnya penularan sekarang terjadi di RSUD Cianjur, sampai ruangan semua penuh," pungkasnya, bahkan pasien melonjak. Apakah itu bukan suatu kelalaian tim Covid-19.

Terpisah, namun sayang saat dihubungi untuk konfirmasi oleh media. Pihak Dinkes, juga RSUD Cianjur, masih belum memberikan tanggapan atau jawaban kembali, Sabtu (4/7/2020) pagi.

Tapi, sebelumnya, Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Kabupaten Cianjur, Drs H. Tresna menjelaskan, untuk nominal insentif sumber anggaran dari pusat.

"Nah, itu berbeda dengan sumber anggaran Biaya Tidak Terduga (BTT) Kabupaten Cianjur," jelasnya.

Tresna menegaskan, untuk RSUD Cianjur, itu  dipersilahkan langsung menanyakan ke pimpinannya. Karena, Dinkes Cianjur, tidak ada kewenangan menjawab.

Masih jelasnya, prinsipnya tidak ada potongan dan tidak ada setoran ke Dinkes Cianjur. Jadi, dipersilahkan membuktikan dan semoga yang menuding dan memfitnah dijauhkan dari marabahaya, dan terhindar dari penyakit yang mematikan.

"Itu tidak benar, dan tidak ada pemotongan yang ditudingkan," jawabnya.

Sementara, hal sama sebelumnya, di lain pihak Direktur RSUD Kabupaten Cianjur, dr. Hj. Ratu Tri Yulia Herawati melalui Kabag Humas RSUD Kabupaten Cianjur, Nurholis menjelaskan, mengenai insentif sudah ditransfer ke nomor rekening (Norek) masing-masing, dan itu  langsung tanpa melalui norek RSUD Cianjur.

"Jumlah dan besarannya sesuai dengan perhitungan beban kerja," singkatnya.(Myd)
×
Berita Terbaru Update