-->

Notification

×

Pembangunan Balai Pekon Gedung Surian Tanpa Plang Informasi Serta Menggunakan Material Besi Kilo'an

Friday, 21 August 2020 | 06:56 WIB Last Updated 2020-08-20T23:56:22Z

LAMPUNG BARAT //- Anggaran Dana Desa (DD) pekon (desa.red) gedung surian kecamatan gedung surian kabupaten lampung barat tahun ini salah satunya pembangunan balai pekon (balai desa.red).
Boimin, peratin (kepala desa.red) ketika dikonfirmasi dikediamannya membenarkan adanya pembangunan tersebut. Boimin menjelaskan bahwa pembangunan tersebut merupakan programnya ditahun ini yang dianggarkan melalaui Alokasi Dana Desa (ADD) yang semula senilai hampir satu miliard, namun dengan adanya wabah pandemi covid-19 ini maka terjadi pemangkasan anggaran terhadap pembangunan tersebut menjadi dua tahap yaitu tahun ini dan tahun depan. Boimin menegaskan bahwa untuk pembangunan tahun ini yaitu tahap pertama menelan anggaran senilai Rp.310.000.000,- (tiga ratus sepuluh juta rupiah) sementara untuk penyelesaiannya akan dilaksanakan pada tahun depan atau tahap kedua.


Boimin menerangkan juga terkait penggunaan material pada bangunan khususnya jenis besi, pihaknya menggunakan material tersebut tanpa spesifikasi khusus melainkan berdasarkan kilo'an atau berat. Boimin juga menegaskan bahwa didalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) pembangunan Balai Pekon (balai desa.red) tersebut pihaknya telah mendapatkan persetujuan dan arahan dari pendamping desa untuk menggunakan Besi tanpa spesifikasi melainkan berdasarkan berat timbangan.

Ketika wartawan ini berada dilokasi pembangunan, terlihat hanya dua jenis material besi yang digunakan yaitu ukuran 10 & 6 dan tanpa dilengkapi papan informasi kegiatan terkesan tidak transparan kepada masyarakat setempat. Dua orang pekerja yang enggan menyebutkan namanya ketika ditemui dilokasi menjelaskan sembari menunjukan gambar yang ada didalam handphonenya "kami aja bingung pak kerja begini, gk ada petunjuk apa-apa didalam gambar hanya sekedar bentuk aja" lanjutnya "didalam RAB klo gk salah besi itu 1 Ton sementara didalam gambar gk ada ukurannya pak". "Klo kami cuma kerja apa yang diperintah peratin (kepala desa.red) meskipun agak lucu gk jelas ukuran besinya" tegasnya.


Pekerja tersebut menerangkan bahwa ukuran besi yang tergolong kecil tersebut sangat disayangkan melihat jenis konstruksi bangunan 2 lantai, sementara tiang (pilar) utama sebesar 30x30cm dan 25x30cm tergolong tiang yang cukup besar.

Ditempat terpisah, kepala dinas PMD Kabupaten Lampung Barat Ronggur L Tobing ketika dikonfirmasi via whatsapp (WA) mengatakan tidak mengetahui hal tersebut apalagi dalam menganggarkan materialnya seperti demikian "nanti kami akan turunkan Tim untuk melakukan Crosscek kelokasi pembangunan, seperti apa sebenarnya".

Sementara pihak Inspektorat melalui salah satu irbannya ketika dikonfirmasi menjelaskan jika hal tersebut terjadi akan sangat sulit dalam melakukan pengawasaannya "klo berdasarkan berat saja bagaimana untuk pemeriksaannya, apakah nanti harus dibongkar untuk memastikan dan menghitung beratnya besi-besi itu" lanjutnya "klo memang demikian ini bisa menjadi temuan kami nantinya, kita akan lakukan pemeriksaan seperti apa mekanismenya yang dibenarkan dan masuk akal yang pastinya"jelasnya tanpa ingin disebutkan identitasnya.

"Silahkan masukan surat laporannya secara resmi agar ditindak lanjuti" tegasnya.


Laporan : Robert Ariesta

No comments:

Post a comment

Halaman Facebook

×
Berita Terbaru Update