-->

Notification

×

Dekan FDK UIN Bandung Tekankan 5 Hal Kepada 89 Wisudawan

Friday, 7 August 2020 | 17:29 WIB Last Updated 2020-08-07T13:27:45Z

Pada Pelepasan Wisuda Daring, Dekan Tekankan 5 Hal Kepada Wisudawan:


JournalNews// Bandung: Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Dr. H. Ahmad Sarbini, M.Ag. melepas wisudawan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung secara daring yang diselenggarakan melalui zoom meeting dan Aul Fakultas di Gedung  Fakultas Dakwah dan Komunikasi lantai 4, (7/8/2020).
Pelepasan sejumlah 89 wisudawan tersebut didampingi oleh para wakil dekan dan ketua jurusan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Dr. H. Dadan Suherdiana, M.Ag. menyampaikan laporan mahasiswa yang berpestasi baik secara akademik maupun non-akademik. Dari jumlah 89 orang, 32 lulus dengan pujian (cumlaude) dengan IPK tertinggi diraih oleh mahasiswa jurusan Pengembangan Masyarakat Islam, Isti Insani Akbari, dengan capaian 3,88.
Calon wisudawan Fakultas Dakwah dan Komunikasi juga berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.Tingkat internasional diraih oleh Moch. Mahali, wisudawan jurusan jurnalistik, sedangkan nasional dalam bidang seni karawaitan oleh Utari Salwiduri.
Bagi wisudawati Siti Insani Akbari, wisuda ini bukanlah akhir, justeru awal perjuangan. “Terima kasih kepada Ibu Bapak Dosen dan selamat untuk teman-teman wisudawan. Wisuda bukanlah akhir dari perjuangan, tapi awal dari perjuangan. Kami mohon doa agar kami bisa mengembangkan diri dan mengamalkan ilmu,”ujar Siti.
Bagi Dr. H. Enjang AS., M.Si., M.Ag. wisuda merupakan upaya dari kesadaran bahwa saat ada pertemuan akan ada perpisahan. “Momentum ini menjadi bekal bagi kawn-kawan yang akan memasuki babak baru,”ujar Dr. Enjang dalam pengantar pelepasan wisuda ke 78 Fakultas Dakwah dan Komunikasi.


Wakil dekan bidang akademik tersebut mengucapkan selamat kepada wisudawan yang telah menempuh perjalanan panjang pembelajaran selama kuliah. Pria asal Subang tersebut, berharap wisudawan mendapat pelajaran agar menjadi dewasa dan terlatih.
“Setelah menempuh perjalanan panjang saudara akan menempuh dunia baru. Dibutuhkan multikercerdasan untuk memasuki dunia baru tersebut agar saudara menjadi yang terbaik saat berada dimanapun. Tidak cukup kecerdasan intelektual, butuh juga kebutuhan social, serta memiliki karakteristik spiritual. Kompleksitas kecerdasan harus menjadi perhiasan,”ujar Wadek I.
Dr. Enjang menitipkan almamater kepada wisudawan,”Kapanpun, dimanapun, saudara harus menjadi yang terbaik. Semoga saudara semua sukses dan jalannya selalu diridhai dan diberkahi Allah Subhanahu Wata’ala. Selamat mengikuti wisuda ke 78 tanggal 9 Agustus 2029.”
Dekan Dr. H. Ahmad Sarbini, M.Ag. menyoal pelepasan secara daring tersebut, menekankan bahwa nilainya tidak berkurang sama sekali dan berharap semuanya menjadi amal yang dicatat oleh Allah Subhanahu Wata’ala. Dekan juga mengucapkan selamat atas keberhasilan yang diraih oleh wisudawan.
Dekan menyampaikan 5 pesan untuk calon wisudawan;
Pertama, berakhirnya studi bukan berakhirnya semangat untuk mencari ilmu. Islam tidak mengenal berhentinya mencari ilmu. Maka setelah wisuda, bisa melanjutkan ke jalur formal, S2 atau S3. Bisa jalur kursus, atau belajar langsung dari masyarakat.
Kedua, sebagai lulusan perguruan tinggi Islam khsusunya Fakultas Dakwah dan Komunikasi, mempunyai wawasan dan pengetahuan tentang keislaman, sehingga saudara memiliki misi kewajiban menyampaikan seperi yang rosulullah lakukan, yaitu; mengajarkan dan memahamkan ayat suci Al-Qur’an, pensucian terhadap masyarakat, serta menyampaikan sunah yang bersumber dari Al-Qur’an.
Ketiga, pesan yang ketiga. Sebagai sarjana baru sudah paham tidak ada sarjana yang  langsung sukses. Mungkin terkait dengan status, pekerjaan, atau jodoh. Harus disadari itu menjadi tantangan. Hindari sikap-sikap berputus asa dari itu semua. Dalam menghadapi situasi seperti itu diperlukan mental yang tangguh dan penuh kreativitas bukan dengan bermuram durja.

Keempat, masa awal kesarjanaan adalah proses inkubasi. Artinya saudara menyihkan waktu sejenak untuk merenung. Tapi tidak boleh terlalu lama. Allah memberikan contoh melalui contoh hamba Allah dalam melakukan proses hidup, yaitu Siti Hajar dan Siti Maryam. Siti Hajar dan Ismail mendapatkan air berlimpah setelah  bolak-balik 7 kali dari Safa ke Marwah. Begitu juga Siti Maryam, mendapatkan rezeki yang berlimpah setelah menggoyang-goyangkan pohon kurma. Padahal bagi Allah mudah saja. Tapi tidak seperti itu. Allah ingin memberikan pelajaran yang berharga.  Pelajaran yang bisa dipetik, alumni UIN jangan sampai berhenti aktivitas, karena dari aktivitas tersebut mungkin akan menghasilkan sesuatu yang besar untuk masyarakat.
Kelima, bangun jaringan dengan alumni. Mudah-mudahan bisa membuka jalan kesuksesanh dengan rekan-rekan.
Dekan berharan, mudah-mudahan saudara menjadi kader bangsa yang tangguh dan konsisten dalam menjalani hidup di jalan dakwah.***[Dudi Rustandi/RM]

Halaman Facebook

×
Berita Terbaru Update