-->

Notification

×

Warga Desa Pegagan Lor Pertanyakan Laporan Aduan Ke P4TKI Cirebon

Monday, 24 August 2020 | 17:33 WIB Last Updated 2020-09-22T15:50:01Z

Kab.Cirebon //- sebelumnya, pada bulan juni 2020 kemarin, Pasangan suami istri (Pasutri) bernama Bpk. Warnata (48) dan Ibu Tawi (50) didampingi Pihak pemerintah desa pegagan lor kecamatan kapetakan kabupaten cirebon melaporkan aduan terkait hilang kontak dan kelaurga juga meminta agar anaknya bernama PATONA (27) asal desa pegagan lor, Pihak keluarga Patona meminta bantuan ke Pos Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia ( P4TKI ) Cirebon, agar Patona segera dapat dipulangkan ke Tanah Air atau kekampung halaman, karena sudah belasan tahun bekerja namun tidak juga bisa dipunagkan ke kampung halaman diduga tidak diperbolehkan oleh majikanya dengan alasan yang tidak jelas.

Patona TKI asal desa pegagan lor tersebut diketahui ia berangkat bekerja sebagai TKW sejak Tahun 2009 silam, namun sejak tahun 2019 kemarin, hingga kini Patona hilang kontak dengan pihak keluarga dirumah. SeHingga akhirnya pihak keluarga khawatir dan bingung. karena pada waktu tahun 2019 kemarin anaknya Patona berjanji akan segera pulang ke tanah air, namun hingga kini Patona belum juga dapat dipulangkan. Ungkap Warnata kepada media ini, Senin (24/08/2020).

Dijelaskan, Warnata ayah kandung Sdri. Patona, bahwa tujuan kami kembali mendatangi kantor Pos P4TKI Cirebon ini kami hanya menanyakan kabar atau informasi terkait laporan aduan kami yang pada waktu bulan juni 2020 lalu, intinya Kami hanya meminta kejelasan tentang laporan aduan kami dan menanyakan sejauh mana dari pihak P4TKI Cirebon ini dalam membantu masyarakat terkait Aduan tentang TKI bermasalah, katanya,

"alhamndulillah setelah kami datang kembali ke Kantor Pos P4TKI Cirebon, akhirnya kelaurga kami tidak tanda tanya besar, karena kami setelah sampai di kantor tersebut kami disambut dengan ramah dan baik serta laporan aduan kami juga sedang dalam proses untuk terus ditindak lanjuti hingga dapat memulangkan anak kami tersebut, semoga apa yang di ucapkan oleh para staff ataupun karyawan P4TKI cirebon ini menjadi kenyataan untuk dapat memulangkan anak kami yang kini masih di negara Jordania," tukas warnata dengan nada rendah.


Sementara itu, Staf Crisis Center P4TKI Cirebon Agus Gustapul Supyan, SH.mengatakan, karena masih masa pandemi corona covid-19, khususnya di wilayah negara timur tengah, terkait dengan laporan aduan warga desa pegagan lor kecamatan kapetakan kab.cirebon ini untuk informasinya sudah kami sampaikan ke pusat beserta bukti dokumen dari bulan juni 2020 kemarin. Jadi kami tinggal menunggu informasi selanjutnya untuk itu kami juga perlu diingatkan kembali terkait hal ini sehingga kami bisa mengingat dan menginformasihkan perkembanganya kepada pihak keluarga, ujar Agus.

"terkait dengan laporan aduan warga tersebut kami masih terkendala dengan pengaduan ini yang kaitanya dengan kelengkapan dokumen, jadi kalau berbicara permasalahan berarti berbicara masalah hukum ya tentu hal ini tidak bisa serampangan, karena tiap orang memiliki konditenya atau memiliki harga dirinya masing masing jadi disaat kita menuduh seseorang tidak ada bukti jadi malah hal ini menjadi susah seperti halnya pengaduan dari keluarga Patona ini karena menurut informasi pihak keluarga dia hanya diberangkatkan melalui PT. yang tidak jelas nama lengkap PT nya Hanya disebutkan nama depanya saja, karena itulah akhirnya kami kebingungan untuk melacak keberadaan Patona yang kini masih berada di negara Jordania timur tengah, kalau berbicara dari awal nama PT. Graha itu yang mana, sedangkan nama nama PT. Tersebut itu banyak jadi harus jelas nama PT waktu sdri. Patona dulu diberangkatkan. Hal inilah yang menjadi kesulitan kami untuk melacak keberadaan fatona walaupun ada nomor kontak majikanya, tapi terlepas dari itu semua selama memang pengaduan itu kita bisa lakukan upaya tentu kami akan terus upayakan semaksimal yang kami bisa, seperti contohnya kemarin keluarga Patona melaporkan aduan dengan data dukumen yang minim tapi kita tetep teruskan ke Pusat walaupun dari pusat perwakilan di sana sebetulnya minta dokumen lengkap atau sebagai pendukung, namun terlepas dari itu karena kondisi saat seperti ini sedang masa pandemi covid-19, jadi ini kami sudah iformasihkan ke pusat tapi terakhir kami terkendala di masalah yakni masa pandemi yang saat ini belum berakhir, jadi hampir di semua kantor disana masih belum stabil, atau normal kembali.

"Mudah mudahan dalam waktu dekat ini perwakilan pusat kami bisa informasikan dan ada titik terang, dengan petunjuk tertulisnya nomor kontak majikanya di sana. Sehingga tim pusat kami bisa akan terus melacaknya. Tuturnya.

Menurutnya, biasanya setiap ada sambungan nomor telpon dari indonesia itu pasti majikan merijeknya. Makanya dari itu kami koordinasi sama pihak perwakilan di negara Jordania timur tengah sana, jadi dengan data dokumen yang minim kantor perwakilan punya cara yang lain, karena mereka tahu dan biasanya yang ber main dengan pekerja dari kita ezensi dari mana saja dia tahu jadi kita akan melacaknya terus sampai menemukan keberadaan sdri. Patona, walaupun tentunya hal ini dilakukan dengan prinsip kehati hatian. karena laporan aduan ini kendalanya ada kekurangan dokumen, terkecuali kami punya PK jelas bekerja dirumahnya si A jadi kami bisa langsung mendatangin rumahnya si A. Itu juga seumpama data atau dokumenya komplit, jadi kalau tidak ada kontrak kerja dan dokumen lainya tidak ada maka kami juga cukup kebingungan untuk melacaknya, walaupun begitu pihak perwakilan P4TKI Cirebon ini akan berusaha melacaknya secara informal, melalui Kantor Perwakilan Pusat di Sana, ungkapnya.

Menurutnya, Patona ini memang sudah selayaknya dapat dipulangkan karena disana ia sudah belasan tahun, kendati waktunya bukan waktu yang normal, jadi sudah sepantasnya Patona sudah selayaknya dikembalikan ke Tanah Air, karena normalnyakan biasanya maksimal 3 tahun bekerja, ini malah belasan tahun di negara timur tengah, jadi ini sangat tidak normal.

Mudah mudahan dari kantor perwakilan pusat kami dapat segera menemukan sdri. Patona dan bisa dikembalikan ke Tanah air, Jelasnya Agus staf Crisis Center P4TKI Cirebon


Laporan: Wadira

No comments:

Post a comment

Halaman Facebook

×
Berita Terbaru Update