-->

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Diduga Oknum Petugas KSOP TBA Lakukan Pungli Terkait Izin Tangkahan

Wednesday, 9 September 2020 | 15:39 WIB Last Updated 2020-09-09T12:13:56Z

TANJUNGBALAI //- Sangat memalukan, oknum Petugas Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjungbalai inisial HB dan MH, diduga melakukan pengutipan/pungutan liar (Pungli) dalam pengurusan izin tangkahan.

Hal ini terkuak, saat Kepala KSOP bersama petugas sidak ke Gudang Usaha Baru (Gudang BD) di Jalan Patin Lingkar, Lingkungan I, Kelurahan Kapias Pulau Buaya, Kecamatan Teluk Nibung, Kota Tanjungbalai, Selasa (08/09/2020).

Pengurus gudang (Boby) mengungkapkan, “Kemarin ada datang petugas memakai baju KSOP mendatangi gudang, saya menyerahkan izin rekomendasi sama dia pak,” beber Boby di hadapan kepala KSOP.

"Dari izin rekomendasi itu, katanya mau ke OSS, dan saya bilang kalau OSS berarti tidak mahal, jangan lah mahal-mahal bang, kan cuma bongkar muat,” kata Boby, mengulas pembicaraan ke salah satu oknum petugas.

“Mari dulu Rp500.000,00, kata petugas tersebut, saya bilang wah masak begitu mahal bang, mari dulu Rp500.000,” kata Boby menirukan kalimat yang dilontarkan oknum petugas.

“Saya bilang lagi, ya sudah lah bang, yang penting keluar,” kata Boby lagi, seraya mengatakan, “Ini aku fotokan rekomendasinya tanggal 13 Maret 2020 sama petugas yang memakai baju KSOP.”

Boby menuturkan, “Orangnya gemuk-gemuk tegap hitam,” sebutnya.

Saat beberapa wartawan yang hadir menanyakan terkait nama oknum tersebut apakah berinisial HB, Boby mengatakan, “Saya kurang tahu Bang.” katanya.

Ketika Kepala Syahbandar mempertanyakan, “Bapak mengurus sama inisial MH atau HB, Pak?, Lalu Boby menjawab, “Keduanya datang Pak,” ucapnya, seraya menambahkan, “Tiap tahun ada saja mengutipnya, Pak.”

“Untuk pengurusan izin tangkahan tersebut, mereka berpakaian Syahbandar. Kita dikasih surat izin rekomendasinya, dan kita kasih duit sama mereka, tapi kita terang-terang saja, Pak. Kita tidak berani melihat namanya, saya tidak tahu kali orangnya, karena dia tahu izin tangkahan sudah mati. Katanya ketika datang, mereka bilang: “diurus mau tidak?, mau lah bang, tidak mungkin kita tidak mau”.

“Tapi memang saya agak curiga, Pak. Sering saya telepon ke petugas inisial MH, tapi dia tidak mengangkat-angkat,” urainya.

“MH baru sekali ini saja, kalau HB sering-sering kemari, tapi yang petugas MH dan HB baru kali ini datang, yang sebelumnya saya sudah lupa orangnya. Kalau tidak salah, dia pernah mengatakan: Saya KPLP, baru setahun atau dua tahun ini, sebelumnya kan dinas perikanan,” ungkap Boby.


Sementara itu, saat dikonfirmasi awak media melalui telepon selulernya, HB membantah. Ia mengatakan, “Tidak ada saya menerima Rp500.000,00. Kemarin pendataan gudang, izinnya itu memang belum keluar,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjungbalai (Afrizal Tanjung) mengatakan, “Waktu itu memang saya perintahkan untuk menata ulang tangkahan-tangkahan, bukan untuk perizinan.”

“Surat tangkahan itu bukan izin tangkahan, tapi rekomendasi.
Jadi rekomendasi tidak bisa diperpanjang, sifatnya rekomendasi untuk pengurusan izin tangkahan,” tandas Kepala Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjungbalai, Afrizal Tanjung.

"Adanya dugaan oknum dari pihak Syahbandar yang melakukan pengutipan, kita akan panggil dan proses, apakah pihak yang bersangkutan benar atau tidak melakukan Pungli,” pungkasnya.


Laporan : S.E Sitorus
×
Berita Terbaru Update