-->

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Kopi Pagi, Menabur Kebaikan Bersama Agustinus Nahak

Monday, 14 September 2020 | 08:53 WIB Last Updated 2020-09-14T01:53:52Z

JAKARTA //- Peran yang dilakukan manusia di dunia ini, menentukan apa yang terjadi di ranahnya masing-masing. Ketika dirinya banyak berbuat kebaikan, apalagi di saat kondisi bangsa (masyarakat) sedang diuji ”wabah” Corona, maka kebahagiaan niscaya akan diperoleh (dirasakannya), baik untuk dirinya maupun sesama."Ujar Agustinus Nahak dalam pesan daring ke awak media di Jakarta, Senin (14/9/2020).

"Pepatah menyebut ”siapa menabur kebajikan/kebaikan, maka akan menuai keberuntungan”.  Kebahagiaan berbentuk kedamaian, kesejahteraan, keselamatan, kesehatan, maupun keuntungan lannya ditentukan oleh  seberapa besar aktifitas yang ditunjukkan."Papar Ketum HAMI Bersatu Bali dan FBN DPD Bali.

"Pepatah itu juga mengajarkan, bahwa siapa, khususnya yang hidupnya diabdikan atau dikaryakan demi dan untuk kebaikan seperti ”mendarmakan” banyak pikiran dan pola kerja berkualitas atau ”beramal: unggul dalam kewirausahaan misalnya, maka dalam perjalanan hidupnya akan banyak dikaruniai keberuntungan."Tandas Nahak.

"Kebahagiaan berupa kesejahteraan, kesenangan, kesehatan, dan ketentraman hidup, di samping mempunyai banyak saudara di tengah masyarakat dari berbagai golongan, agama, dan lainnya, sangatlah mahal nilainya."Komentarnya 

"Kebahagiaan itu diawali dengan ”menabur” (menyebar). Kata ”menabur” dapat ditafsirkan dengan menanam atau investasi, bukan sekedar memberi. Bilamana yang ditabur adalah tentang cara kerja yang menyejahterakan dan membuat orang lain terbebas dari kemiskinan dan ragam kesulitan lain, misalnya akibat serangan Corona yang menyulitkan ekonomi masyarakat, maka ia memperoleh banyak pahala atas kebaikan yang diinvestasikannya ini."Tegasnya.

"Itu menunjukkan, bahwa kebaikan kepada sesama di saat sulit begini (akibat Corona), berarti mereka telah memberikan kontribusi besar kepada banyak orang dan bahkan bangsa  mengenai suatu kekuatan yang bisa memberikan manfaat secara istimewa."Lanjut Nahak.

Kebaikan yang ”ditabur” manusia di era Corona ini bermacam-macam. Kalau yang ”ditabur” adalah harta, maka harta ini dapat menjadi kekuatan yang bisa membebaskan orang itu dari berbagai macam kesulitannya, seperti kesulitan menyediakan bahan pangan, kesulitan menyekolahkan anak, dan kesulitan biaya kesehatan. Semakin bermacam-macam kebaikan ”ditaburnya”, maka semakin banyak pula problem di tengah masyarakat yang bisa ditanggulanginya."Ucapnya.

"Jangan bosan menabur kebaikan karena di situlah sumber kebahagiaan sejati."Pungkas Nahak.

Laporan: Jalal
×
Berita Terbaru Update