-->

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

SENIMAN SELALU DIANGGAP "KAYA" OLEH PEMERINTAH

Tuesday, 15 September 2020 | 11:54 WIB Last Updated 2020-09-15T04:54:47Z



SENIMAN DISAAT PANDEMI COVID-19 LAKSANA TAK PUNYA BAPAK

ABAH ZALOE : “Saat kampanye pekerja seni dirangkul politisi, saat pandemi nasibnya tak dihiraukan”.

Tasikmalaya//JN: Dampak Covid 19 menjalar keseluruh lapisan masyarakat, tidak terkecuali pekerja seni. Dampak dari diberlakukannya pembatasan sosial membuat denyut bebagai hiburan dibatasi bahkan sampai ditiadakan, Hal ini membuat pekerja seni untuk memutar otak untuk menghidupi kehidupannya. Ketika ditemui dirumahnya (12/09) Abah Zaloe sebagai pentolan Band Bodorhood Indonesia menjelaskan keprihatinannya terhadap pekerja seni.
“Saat pandemi ini pekerja seni ibarat tidak punya bapak, kita harus bisa menghidupi kehidupannya sendiri, tanpa bisa meminta bantuan ke siapapun termasuk pemerintah” ungkap Setiawan yang sering dipanggil Abah tersebut.

“Para politisi membutuhkan pekerja seni saat menjaring massa, para calon legislatif membutuhkan artis dan sound untuk kampanye, tapi ketika pandemi melanda pekerja seni seperti kita dilupakan, seolah tidak memiliki bapak sebagai sosok pelindung” curhatan Abah yang juga penggila touring motor tersebut.
“Kita pernah mencoba mengajukan persyaratan untuk berbagai bantuan, namun sampai saat ini tidak kunjung tiba, entah karena tidak jalurnya, atau karena kita dianggap kaya.” tuturnya Abah dengan senyumannya yang khas. Abahpun menambahkan bahwa pekerja seni tidak termasuk karyawan yang memiliki gajih seperti pegawai pada umumnya. 
“Pekerja seni tidak masuk dalam kriteria karyawan yang memiliki gaji dibawah lima juta, pekerja seni tidak masuk dalam kriteria pengusaha UMKM yang mendapat bantuan dana pemerintan, dan pekerja seni juga tidak masuk dalam kriteria masyarakat miskin” ungkap pria yang pernah menjabat ketua Ikatan Motor Honda Jawa Barat (IMHJB) tahun 2015 silam tersebut menuturkan perhatiannya terhadap nasib pekerja seni.

Abah juga mengapresiasi pekerja seni yang beralih untuk mengamen di jalan dan tampil di medsos, demgan streaming di facebook, IG dan youtube. Karena itu adalah salah satu cara untuk membuat bertahan hidup. Abah menuturkan sampai saat ini tidak ada bantuan real untuk pekerja seni. 
“Pekerja seni tersebut  ialah pelaku seni yang mencakup berbagai aspek, diantaranya pekerja seni panggung  yang seolah tidak diakui lagi keberadaanya oleh pemerintah.” ungkapnya

Dalam keprihatinannya Abah juga sedang membuat lagu tentang seniman di negeri dongeng, ia berkisah tentang kehidupan pekerja seni di saat pandemi, yang hanya dikasih bantuan berupa dongeng. 
“Mudah mudahan bulan depan bisa realese, dan nanti tayang di chanel youtube Bodorhood Oficial" pungkasnya mengakhiri perbincangan. 
Ia juga berharap kepada pekerja seni terus berusaha dengan sekuat tenaga, selain itu belajar dari aspek lain seperti berdagang dan mengamen pun asal halal. Kepada masyarakat diharapkan mengapresiasi pekerja seni dengan aktif di medsos serta memberi kesan positif terhadap penggiat seni terserbut. (AKMAL)

×
Berita Terbaru Update