-->

Notification

×

Terkait Wartawan Dilarang Meliput Di KPU, Yan Aswika Marpaung S,H Angkat Bicara

Friday, 4 September 2020 | 18:43 WIB Last Updated 2020-09-04T11:43:04Z

TANJUNGBALAI //- Berdalih dengan penerapan Protokol Kesehatan cegah Pandemi COVID-19, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tanjung Balai dinilai mengangkangi Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Hal itu dikatakan Yan Aswika Marpaung S,H Ketua PWI dua periode (2013-2016-2019) kepada Journalnews.co.id, Jum'at (04/09/2020).

Dikatakan Yan Aswika, Pers/Wartawan dengan segala hal dan kewajibannya di lindungi oleh UU Nomor 40/1999 dalam menjalankan jurnalistik yakni mencari, mengumpulkan, memilih, mengolah berita dan menyajikan secepatnya kepada Masyarakat luas melalui media massa baik tercetak maupun elektronik.

"Saya sangat menyayangkan sikap KPU Kota Tanjung Balai yang melarang wartawan masuk ke ruang kantor untuk meliput kegiatan pendaftaran bakal pasangan calon Walikota Tanjung Balai. Itu (pelarangan) telah mencederai kemerdekaan Pers yang di jamin oleh UU Nomor 40/1999 Tentang Pers," katanya.

Yan Aswika juga menilai bahwa Ketua KPU Kota Tanjung Balai telah mengangkangi UU 40/1999. Patut dipertanyakan Integritas Ketua KPU Tanjungbalai, dan beliau harus bertanggung jawab terhadap pelarangan wartawan dalam meliput kegiatan pendaftaran Balon Walikota/Wakil Walikota Kota Tanjung Balai.

"Ini melanggar UU Pers, bisa dikenakan denda atau penjara. rencananya, besok sejumlah wartawan akan melaporkan Ketua KPU Tanjungbalai," pungkasnya mengakhiri.

Sementara itu Ketua KPU Tanjung Balai Luhut Parlinggoman kepada wartawan mengatakan bahwa tidak ada larangan wartawan masuk ke gedung kantor KPU Tanjung Balai.

"Saya tidak ada melarang masuk wartawan untuk melaksanakan tugas. Ini hanya salah komunikasi," beber Ketua KPU.


Laporan : S.E Sitorus

No comments:

Post a comment

Halaman Facebook

×
Berita Terbaru Update