-->

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Tokoh Papua Ferry Fernando Yensenem kritik rencana kebijakan PSBB oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan

Friday, 11 September 2020 | 12:28 WIB Last Updated 2020-09-22T15:50:01Z

Jakarta//- Tokoh Papua Ferry Fernando Yensenem menolak keras rencana penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) total mulai 14 September 2020. 

"Selamat siang Pak Anies Baswedan. Perkenalkan saya Ferry Fernando Yensenem, saya dari Papua yang sering ke Jakarta. Boleh dong saya di sini menyampaikan suara sebagai masyarakat yang  sering ke Jakarta. Jujur, saya kaget ketika membaca berita bahwa tgl 14 ini akan ada PSBB berskala besar," ungkap Ferry kepada awak media Jum'at (11/9/2020).

Dia pun mengatakan bahwa pemberlakuan PSBB harus memikirkan dampak bagi masyarakat kecil. Selain itu Ferry juga menyinggung sekolah virtual selama pandemi Covid-19 dan nasib karyawan akibat PSBB.

Tokoh pemberani dari Papua ini pun meminta Anies Baswedan untuk memikirkan lagi rencana penerapan PSBB total di DKI Jakarta.

"Kasihan warga di Jakarta maupun orang luar yang banyak urusan bisnis dan lainnya di kota ini. Mudah-mudahan ini hanya wacana saja. Tanggal 14 masih ada beberapa hari. Coba dipikir ulang dengan matang."Papar Ferry.

Untuk informasi Pemprov DKI Jakarta menutup sementara seluruh tempat hiburan termasuk yang dikelola oleh Pemprov DKI, selama pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Total mulai pada 14 September 2020.

Seluruh tempat hiburan, tempat-tempat hiburan akan ditutup, kegiatan yang dikelola oleh Pemprov DKI seperti Ragunan, Monas, Ancol, taman-taman kota, diganti kegiatan langsung di rumah seperti yang sudah berlangsung selama.

Sementara itu, kegiatan usaha makanan, rumah makan, restoran, atau kafe, diperbolehkan untuk tetap beroperasi di Jakarta.

Akan tetapi mereka tidak diizinkan untuk menerima pengunjung yang makan di lokasi.
Jadi, pesanan diambil, dan diantar, tapi tidak makan di lokasi, karena ditemukan di tempat-tempat inilah terjadi interaksi yang mengantarkan pada penularan.

PSBB Total ini otomatis mengembalikan kebijakan pembatasan yang dilakukan oleh Jakarta pada Maret 2020 saat pandemi COVID-19 mulai menyebar di Jakarta.

Sebelumnya, dengan melihat ketersediaan tempat tidur isolasi dan ICU yang terpengaruh oleh rataan kasus positif COVID-19 (positivity rate) sebesar 13,2 persen yang di atas ketentuan aman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di bawah angka lima persen, serta perkembangan angka kematian, akhirnya DKI Jakarta memutuskan untuk memberlakukan PSBB Total.

"Apapun alasannya tetap saya menolak rencana penerapan PSBB tanggal 14 September 2020 karena itu akan berbahaya bagi perkembangan roda ekonomi kerakyatan."Tutup Ferry.

Laporan: Jalal
×
Berita Terbaru Update