-->

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

PT ARTHA ASIA FINANCE ANAK PERUSAHAAN HITACHI CAPITAL TERANCAM TUNTUTAN DENDA 500 JUTA

Monday, 19 October 2020 | 07:10 WIB Last Updated 2020-10-22T08:38:19Z


PT ARTHA ASIA FINANCE ANAK PERUSAHAAN HITACHI CAPITAL TERANCAM TUNTUTAN DENDA 500 JUTA


Bandung//JN:  PT Artha Asia Finance yang merupakan anak perusahaan Hitachi Capital diduga akan menghadapi tuntutan serius. Hal ini bermula ketika perusahaan pembiayaan tersebut menekan karyawan untuk menandatangani pakta integritas. Iwan Firmansyah (18/10) membenarkan bahwa sejak Juni 2019 mantan perusahaannya tersebut mewajibkan karyawannya menandatangani pakta intergritas yang berisi larangan karyawan untuk aktif di organisasi masa, organisasi sosial politik dan organisasi kemasyarakatan lainnya. 

“pakta integritas tersebut merupakan aturan tambahan yang tidak terdapat dalam kontrak kerja dan tidak ada dalam aturan perusahaan sebelumnya” ungkap Iwan mantan kepala cabang Garut tersebut. “seharusnya aturan tidak boleh beroganisasi di buat sebelum kontrak kerja, tidak dilakukan di tengah jalan” lanjutnya. 


Gambar: Iwan firmansyah di Persidangan Hubungan industrial  (PHI) Surapati Bandung



Gambar: Iwan Firmansyah, Mantan Kepala Cabang Garut Asia Finance

Iwan juga mempertegas bahwa sebagai akibat jika kemudian hari ditemukan berkedapatan masih sebagai anggota atau pengurus organisasi masa, maka karyawan tersebut harus mengundurkan diri dengan sukarela tanpa pesangon. “Saya sendiri menandatangi pakta integritas tersebut dengan terpaksa, selain karena karena saya tidak aktif di organisasi kemasyarakatan manapun, jika kedapatan masih berorganisasi maka ia harus mengundurkan diri” tutur pria yang telah tujuh belas tahun bekerja di Asia Finance tersebut.


Iwan bersama dengan 7 orang rekannya sedang menunggu keputusan Hakim di pengadilan hubungan industrial karena persengketaan dengan perusahaan pembiayaan tersebut. perselisihan yang terjadi sejak satu tahun yang lalu tersebut berawal dari penolakan mutasi karyawan karena ketidakjelasan management dalam memberikan mutasi dan demosi bagi karyawannya. “management sangat arogan, ini bentuk perlawanan kami untuk melawan penindasan” ungkap iwan. 


iwan menjelaskan sejak Agustus 2019 perusahaan banyak memberikan mutasi tanpa memberikan alasan yang jelas, sehingga banyak karyawan terpaksa mengundurkan diri karena mutasi tersebut. “sudah menjadi rahasia umum dalam suatu perusahaan, jika membenci seseorang maka ia di kasih mutasi yang jauh”. Iwan juga menyayangkan pihak perusahaan tidak memiliki serikat pekerja, sehingga nasib karyawan sangat tidak dipedulikan.


Menurut pegiat serikat pekerja Kabupaten Bandung, Jajang Rusdayat perusahaan tidak boleh menghalang-halangi karyawan atau pekerja untuk berserikat. Jajang juga menjelaskan bahwa ada banyak perlindungan bagi setiap orang untuk organisasi, Jajang juga menegaskan jika ada perusahaan yang menghalang-halangi pekerja untuk berserikat, maka yang tertera dalam pasal 29 UU no 21 tahun 2000 tentang serikat pekerja, perusahaan akan memperoleh denda sampai 500 juta rupiah, dan tindakan tersebut bisa dikategorikan tindak pidana kejahatan.


Gambar: Jajang Rusdayat, Pegiat Serikat Pekerja Kabupaten Bandung


Ketika kami mendatangi kantor cabang, pihak cabang pun tidak berani berkomentar, ia hanya menjelaskan silahkan untuk menghubungi kantor pusat. Pihak perusahaan belum berani memberikan klarifikasi. Tim kami menghubungi dengan email, namun pihak perusahaan enggan memberikan jawaban serta klarifikasinya. (Akmal)

×
Berita Terbaru Update