-->

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

PENDEKAR BANTEN JABAR SIAP 'NGAMUMULE' BUDAYA DAN TRADISI BANTEN NAN LUHUR

Monday, 5 October 2020 | 17:18 WIB Last Updated 2020-10-05T23:45:00Z

 


Bandung//- JournalNews.co.id: Teristimewa, perbincangan malam beberapa waktu lalu dengan sosok muda kharismatik yang satu ini. Ia, bagi sebagian besar warga Jawa Barat tentunya tidak asing lagi, bahkan cukup populis karena media masa kerap kali akrab dengan raut wajah pemuda tersebut. Dialah mantan Ketua Dewan Pimpinan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Jawa Barat periode 2014-2017, Dr. H. Saca Suhendi M.Ag.


Kang Saca demikian ia biasa akrab dipanggil oleh para kolega ataupun kawan-kawan diskusinya. Pun demikian pada pertemuan malam itu, Kang Saca sangat antusias berbicara tentang budaya dan tradisi urang Banten. Baginya, Banten dengan tradisinya yang luhung tidaklah dapat dipisahkan, ketika berbicara Banten maka dengan sendirinya gambaran budaya dan tradisi  Banten pun turut menyertainya. Selain kaya akan warisan budaya luhung, Banten pun dikenal dengan kehidupan religiusnya yang kental, dimana hampir diseluruh penjuru provinsi Banten kita dapat menemukan Pesantren-pesantren, Mesjid-mesjid, majelis Taklim, dan Mushola, tempat dimana masyarakat Banten menghambakan dirinya kepada Rabb-nya.



“Budaya dan tradisi masyarakat Banten itu sangat kaya, beragam dan luhung. Tidak semua daerah di nusantara ini memilikinya. Selain itu budaya dan tradisi yang ada ditengah masyarakat Banten dapat beriringan dan saling melengkapi dengan kehidupan keberagamaan Masyarakat Banten yang pada umumnya sangat religius. Ini harus kita rawat dan kita jaga, agar kelak generasi yang akan datang mengetahui keluhuran tradisi dan Budaya Banten itu sendiri.” Ungkap Kang Saca penuh harap.


Kang Saca, secara pribadi memiliki tanggungjawab yang besar untuk melestarikan warisan Budaya Leluhur ini, karena kini, meskipun ia tinggal di Kota Bandung dan jauh dari Tanah Kelahirannya, Banten, ia tetap memegang teguh adat istiadat dan tradisi urang Banten pada umumnya. Kang Saca kini telah di daulat sebagai Ketua Pendekar Banten Provinsi Jawa Barat.


Di hari kelahirannya yang ke 20 Provinsi Banten, 04 Oktober 2000 - 04 Oktober 2020, Kang Saca selaku Ketua Pendekar Banten Jabar, senantiasa mendoakan yang terbaik untuk Pemerintah dan Rakyat Banten, sejahtera lahir dan bathiniahnya, tambahnya.


“Harlah Banten yang ke-20 tahun ini bertepatan dengan Pandemi Covid-19, saya selaku warga Banten selalu berdoa untuk kesejahteraan, kesehatan, dan keselamatan warga dan Pemerintahan Banten, usia 20 merupakan usia yang cukup untuk membangun beragam hal. InshaAllah selama kita patuh terhadap protokol kesehatan dan aturan pemerintah untuk terus waspada dengan virus Corona ini, kita akan tetap sehat dan selamat, Banten dan budayanya harus kita jaga selamanya.” tuturnya dengan nada khusyu. 




Hal senada juga diungkapkan oleh Ahmad Yani, putera daerah kelahiran Lebak. Selain sebagai seorang aktivis yang peduli terhadap tanah kelahirnnya, ia juga merupakan ketua komunitas Outdoor "Ngaprak Banten" dengan tagline ngaprakbanten.com. Ahmad, demikian mahasiswa Pascasarjana UIN Bandung ini biasa disapa menyatakan kesungguhan hatinya untuk berkhidmat demi kemajuan Banten, terutama Kabupaten Lebak yang menjadi tempat kelahirannya. 




"Diusianya yang ke-20 tahun ini, saya berharap Provinsi Banten lebih giat lagi membangun, baik suprastruktur maupun infrastruktur yang fokus utamanya adalah mensejahterakan Rakyat Banten. Terutama suprastruktur, membangun pola pikir, membangun jiwa dan raganya agar berdaya dan mampu bersaing secara sehat dengan siapaun untuk mengharumkan Banten yang kami cintai." tandas Ahmad Yani ketika di temui di Asrama Keluarga Mahasiswa Banten (KMB) Jawa Barat nan asri, kemarin Minggu (04/10) disekitaran Cibiru Kota Bandung. (RM/AY),


×
Berita Terbaru Update