-->

Notification

×

Paristiyanti Nurwardani (Sekretaris Ditjen Dikti): Kedaireka Membangun Solusi Ekonomi Bagi Negeri

Friday, 20 November 2020 | 10:59 WIB Last Updated 2020-11-20T05:43:32Z



Gambar: Paristiyanti Nurwardani, Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kemendikbud menegaskan Reka Cipta Perguruan Tinggi dan Industri sebagai Solusi Pemberdayaan Ekonomi Bagi Negeri.


BANDUNG//JournalNews.co.id: Dalam rangka membangun kerjasama antara perguruan Tinggi dan Pemerintah Daerah dalam rangka mengimplementasikan kebijakan "Merdeka Belajar" dengan prinsip Kampus Merdeka serta pengenalalan Platform Kedairaka, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdikbud menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD). 



FGD dengan tema besar Tindak lanjut penjajakan kerjasama implementasi kampus merdeka dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Cianjur, diselenggarakan pada Kamis (20/11) di Trans Luxury Hotel, Jalan Gatot Subroto Bandung. Diskusi dimulai tepat pukul 16.00-21.00 WIB dengan 20 orang peserta yang mewakili unsur akademisi, politisi, birokrasi, pengusaha dan pelaku UMKM Jawa Barat. 


Hadir pada kesempatan tersebut Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti), Paristiyanti Nurwardani. Paristiyanti, demikian sapaan akrabnya, menyatakan bahwa untuk mewadahi kolaborasi reka cipta perguruan tinggi dan industri, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) melalui Ditjen Dikti menghadirkan platform Kedaireka.


“Kedaireka menjadi semangat baru bagi perguruan tinggi dan dunia industri untuk bertransformasi dan membangun solusi bagi negeri” kata Paris, menegaskan pada kesempatan FGD tersebut.


Paris menuturkan, sebagaimana diketahui platform kedaireka telah diluncurkan sebagai bagian dari skema pendanaan matching fund pada acara Merdeka Belajar episode ke-6 yakni tentang "Transformasi Dana Pemerintah Untuk Pendidikan Tinggi".


Ada pun tujuannya untuk membangun ekosistem Kampus Merdeka sebagai upaya menyelesaikan berbagai isu sosial masyarakat, tantangan industri, dan masalah perguruan tinggi melalui kemitraan perguruan tinggi dengan dunia usaha dan industri.


“Kedaireka merupakan sebuah platform resmi Kemdikbud yang bertujuan untuk membangun kemitraan antara perguruan tinggi, dunia usaha, dan industri sebelum mengajukan hibah matching fund bersama-sama,” pungkasnya dengan nada penuh semangat.




Sementara itu, Ridwan Mubarak, Ketua Yayasan Cianjur Institute menegaskan perlunya kerjasama antara Pelaku Usaha (Industri skala besar ataupun rumahan) dan BUMDES yang berjumlah 354 Desa di Kabupaten Cianjur dengan Pemerintah dan juga Kampus.


"Para pelaku usaha, terlebih yang berfokus di 354 Desa Cianjur wajib memperoleh pembinaan khusu dari pemerintah daerah dan akademisi kampus. Agar semuanya jelas apa yang menjadi potensi setiap Desa dan apapula permasalahan yang tengah dihadapinya. Jadi ada semacam data riset objektif yang bisa ditindaklanjuti untuk pemberdayaan masyarakat, untuk perbaikan kualitas kesejahteraan rakyat Desa pastinya." tandasnya menjelaskan.


Hal senada dikemukakan oleh Sadar Muslihat, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Dapil Cianjur dari Fraksi PKS. Dalam pemaparannya, Sadar menegaskan bahwa pihak kampus harus terus berupaya melakujkan pendekatan berbasis riset kepada masyarakat akar rumput di Desa-desa agarterpetakan secara jelas apa yang menjadi kebutuhan masyarakat daerah. Kemudian harus pula ada kejelasan dalam hal aturan dalam rangka melakukan pendampingan BUMDES diseluruh daerah. 


"Kampus harus terus berupaya melakujkan pendekatan berbasis riset kepada masyarakat akar rumput di Desa-desa agarterpetakan secara jelas apa yang menjadi kebutuhan masyarakat daerah. Kemudian harus pula ada kejelasan dalam hal aturan dalam rangka melakukan pendampingan BUMDES di seluruh daerah. Para pelaku usaha skala besar pun harus jelas bentuk kerjasamanya dengan pemerintah, prinsipnya menjalankan kewajiban bukan membiaskan tanggungjawab perusahaan, salahsatunya dalam hal CSR dan pengelolaan limbah industri." tegas Sadar menjelaskan dengan nada serius.



Masih dengan nada yang sama, Prasetyo yang merupakan Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Cianjur, mewakili Ketua DPRD KAb. Cianjur yang berhalangan hadir, memaparkan bahwa keberadaan Kampus dan BUMDES di Kabupaten Cianjur, siap untuk berkerjasama dengan pemerintah pusat, terlebih untuk memperoleh pembinaan dalam rangka memberdayakan potensi-potensi ekonomi masyarakat Desa.


"Ada 354 Desa di Cianjur yang bisa dijadikan partner oleh pihak kampus dan pemerintah pusat melalui program Kampus Merdeka dan Kedaireka. Hingga saat ini hanya 10 persen saja BUMDES diberikan modal oleh Pemerintah Desa, yang 90 persen untuk belanja infrastruktur. Kami dari pihak legislatif akan mempersiapkan regulasi di daerah, karena fokus program ini sangat positif. Ke depannya, kami akan coba buka ruang komunikasi dengan Bapak Pjs Bupati Cianjur terkait dengan program besar ini. Kami siap bersinergi demi kepentingan kesejahteraan rakyat Cianjur." tutur Prasetyo menjelaskan dengan nada penuh semangat. (Jack/ Rimba Raya)

No comments:

Post a comment

Halaman Facebook

×
Berita Terbaru Update