-->

Notification

×

Proyek Pembangunan Bak Air di Kutawaringin Dinilai Asal-asalan

Tuesday, 10 November 2020 | 19:07 WIB Last Updated 2020-11-10T13:03:38Z



Proyek Pembangunan Bak Air di Kutawaringin Dinilai Asal-asalan


CIANJUR//JN- Proyek pembangunan bak penampungan air dari dinas pertanian HUTBUN Kabupaten Cianjur di Desa Kutawaringin Kecamatan Mande di duga asal-asalan, karena bahan yang di pergunakan tidak sesuai RAB seperti pasir yang tidak layak di pergunakan, karena bukan pasir yang di peruntukan buat ngecor melainkan tanah merah saja. Bagaimana dengan kekuatan bak yang akan di bangun di Kampung Babakan Tasik Desa Kutawaringin Kecamatan Mande Kabupaten Cianjur.


Bak penampungan air ini di bangun guna mengairi lahan pertanian warga Desa Kutawaringin dikala musim kemarau dengan ukuran 35 x 8 x 1,8 m dan bisa menampung air 500 L kubik. Bahkan ada dua lokasi pembangunan bak air di wilayah Kutawaringin antara Kampung Babakan Tasik dan Kampung Cilenad. Sedangkan dua program pertanian ini di danai oleh Dinas Pertanian Kabupaten Cianjur dengan anggaran Rp 187 juta/ titik, namun di sayangkan bak penampungan air di kampung cilenad jebol dan ini di duga akibat bahan matrial yang asal-asalan.


Dengan adanya program penampungan air dari dinas pertanian di wilayah Kutawaringin Kecamatan Mande Kabupaten Cianjur perlu adanya pengawasan dan pengujian bahan yang benar-benar layak di pergunakan, sebab tanpa adanya pengawasan dalam program pemerintah untuk masyarakat, pihak pelaksana lapangan di duga banyak rekayasa dalam segi bahan bangunan.


Dede Oji selaku pelaksana lapangan berdalih kepada JOURNAL NEWS saat di temui di lokasi bangunan bahwasanya ia hanyalah ketua klompok saja


"Soal anggaran tidak tau menau bahkan klompok tani sugih mukti tidak tau tentang anggaran yang di kucurkan oleh dinas pertanian untuk pembuatan EMBUNG/Bak penampungan air" pungkasnya


Para klompok tani dan masarakat banyak yang menyoalkan bahan yang di gunakan untuk pembuatan bak penampungan ini. Maka dari itu masyarakat meminta kepada pemerintah terutama pada intansi yang terkait dalam program ini serta tim yang mempunyai kebijakan agar benar-benar mengawasi program HUTBUN dengan ketat. jangankan masyarakat pemerintah pun tak mau di rugikan.


Dengan adanya bantuan pemerintah dari dinas pertanian untuk masyarakat harus benar-benar pelaksanaanya jangan sampai proyek beres hari ini besok sudah jebol, seperti kejadian di Kampung Cilenad Desa Kutawaringin, karena semua itu diduga ada unsur rekayasa anggaran seperti pasir yang tak layak, diameter dikurangi dan pondasi yang digali tidak sesuai dengan spesifikasi pekerjaan, proyek ini bukan untuk menguntungkan diri sendiri, tapi jangan sampai banyak yang di rugikan. (Rafli Hidayat)

No comments:

Post a comment

Halaman Facebook

×
Berita Terbaru Update