-->

Notification

×

(SASTRA) TANJUNG LESUNG

Tuesday, 10 November 2020 | 19:03 WIB Last Updated 2020-11-11T00:25:22Z


 


TANJUNG LESUNG


Hamparan pasir putih di ujung Nusa Jawa Dwipa,

Kupijak pagi ini bersama mentari hangat berseri...

Surya Kemilau, Cahyamu menyapa tubuh-tubuh nan rapuh dimakan waktu, memntulkan harapan keabdian fatamorgana.

Mata-mata nanar tak sanggup mengatup meski sekejap saja...

Ada harap yg terlupa di pagi buta, aku mengejarmu tepat di ubunmu.


Debur ombak menghantam kerang tak henti meski kau harus tercerai diujung pantai, 

terus saja gelombangmu menggulung walau pada akhirnya kaupun trkurung riak yang terus berarak. 


Perahu nelayan lambat namun pasti memecah ombak, oleng dalam teguh merajut asa sisa di ujung dayung. 


Pak Tua, sampanmu itu, Terus melaju menjauh dan mengkerut ditelan lautan dalam hening... Kutahu kau tak bergeming,


Pak Tua Capingmu, sampanmu, dayung dan lentera merahmu, masih saja seprti dulu halnya 30 tahun lalu...


Garis pantai Ujung Kulon, kini tengah bersolek cantik menawan hati, tak henti kau berhias diri, menjeratku dan kamu untuk terus kasmaran dalam Gelora Birahi yang Tuhan Ajarkan... Terpesona hingga ku lupa segala, khilaf atas waktu yg enggan untuk menunggu...


Aku kini di penghujung waktu, ikhlas MENUNGGU hingga ujung takdir yang tak pernah ku rindu...


Tanjung Lesung aku Cinta Bibir pantaimu, aku rindu Lesung Pipimu...


Oleh: Sang Gembala

Cinta di Ujung Senja

Banten, 10 NOV 2020.

No comments:

Post a comment

Halaman Facebook

×
Berita Terbaru Update