-->

Notification

×

18 Tahun Lumpuh, Warga Bekasi Ingin Berobat Tidak Punya Biaya

Monday, 7 December 2020 | 08:30 WIB Last Updated 2020-12-07T01:30:51Z



18 Tahun Lumpuh, Warga Bekasi Ingin Berobat Tidak Punya Biaya


Bekasi//Journalnews.co.id - Ade (36), warga Kampung Kelapa dua Rt 03/04 Desa Jayasakti, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi menderita lumpuh selama 18 Tahun dan saat ini sangat membutuhkan bantuan dari pemerintah maupun donatur.


Karena kondisi kehidupan keluarga yang masuk kategori miskin, Ade yang tinggal bersama adiknya dibantaran kali dan menempati gubuk reot peninggalan orang tuanya hanya bisa pasrah dengan penyakit yang diderita lantaran tidak punya biaya untuk berobat.


Selama 18 Tahun menderita kelumpuhan pada kedua kaki, Ade dalam menjalankan aktifitas keseharian hanya bisa ngesot dan tidak jarang Ade harus menahan rasa sakit.


Saat ditemui awak media JN di kediamannya pada Minggu (06/12/20), Ade (36) hanya bisa terbaring lemah dan ini sudah berlangsung selama hampir 18 Tahun menderita kelumpuhan.


“Sudah 18 Tahun saya menderita penyakit ini. Siang dan malam kadang tidak bisa tidur, Karena tiba-tiba nyeri, Saya cuma bisa pasrah dengan semua ini,” ujarnya.


Ade menuturkan, faktor ekonomi menjadi penyebab dirinya tidak melakukan pengobatan. Dirinya juga mengaku takut berobat kerumah sakit lantaran diperkirakan dirinya akan membutuhkan biaya yang besar. Selain itu takut juga jika kedua kakinya bila harus di amputasi.


“Karena tidak punya biaya, jangankan buat berobat untuk makan sehari hari aja saya harus mengandalkan adik saya," keluh Ade.


Sementara Bonah (20), adik kandung Ade juga menyatakan tidak bisa berbuat banyak lantaran faktor ekonomi keluarga yang masih serba kekurangan.


“Buat makan sehari hari saja susah bang harus menunggu suami saya pulang kerja, pulangnya satu minggu sekali, Boro boro buat berobat ke rumah sakit, Apa lagi belum lama ini bapak saya meninggal dunia” tutur Bonah.


Bonah pun berharap ada pihak pihak yang mau membantu memberikan bantuan berupa kursi roda untuk kakaknya.


“Saya berharap mendapat bantuan dari pemerintah juga para dermawan untuk membantu supaya kakak saya bisa punya kursi roda, Saya kasihan lihatnya setiap hari harus ngesot,” pungkasnya. (One/Ateng)

No comments:

Post a comment

Halaman Facebook

×
Berita Terbaru Update