-->

Notification

×

6 Laskar, FPI : Semua tembakan mengarah ke Jantung.

Thursday, 10 December 2020 | 08:43 WIB Last Updated 2020-12-10T01:43:50Z



6 Laskar, FPI : Semua tembakan mengarah ke Jantung. 


Jakarta//JN - Front Pembela Islam (FPI) memberikan keterangan pers  kondisi enam jenazah laskar yang ditembak mati oleh polisi memiliki titik bekas luka yang serupa, yakni sama-sama mengarah ke bagian organ vital jantung.

Keterangan pers yang ditandatangani Ketua Umum FPI KH Ahmad Shabri Lubis dan Sekretaris Umum FPI Munarman beredar di media sosial, Rabu (9/12).
"Bahwa pada seluruh jenazah syuhada terdapat lebih dari satu lubang peluru. Tembakan terhadap para syuhada tersebut memiliki kesamaan sasaran, yaitu semua tembakan mengarah ke jantung para syuhada," demikian bunyi keterangan pers resmi FPI.

Berdasarkan keterangan ahli yang melihat bekas tembakan saat jenazah dimandikan, kata KH Shabri, diketahui tembakan dilepaskan dari jarak dekat. Selain itu, tembakan dilepaskan dari bagian depan dan bagian belakang badan para laskar.

"Menurut ahli yang hadir dalam pemandian jenazah, tembakan ke arah jantung para syuhada tersebut ada yang dilakukan dari depan, bagian dada dan ada yang dilakukan dari belakang," kata Shabri.

Lalu, pada tubuh para laskar pengawal Habib Rizieq Shihab (HRS) itu terdapat tanda penyiksaan. "Pada tubuh sebagian besar pada syuhada terdapat tanda-tanda bekas penyiksaan," ujar Shabri.

Keenam jenazah laskar itu sebelumnya diautopsi di RS Polri kurang lebih selama 30 jam. Setelah itu, jenazah tersebut dibawa menuju markas FPI di Petamburan, Jakarta Pusat, pada Selasa malam. Mereka dimandikan dan dikafani di sana.

Sebanyak 5 jenazah laskar dimakamkan di kompleks Ponpes Alam Argokultural Markas Syariah Desa Kuta, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. "Sementara satu korban lain, Lutfi Hakim dimakamkan oleh pihak keluarga di Jakarta," ujar Hendrik, simpatisan FPI Bogor Raya kepada kumparan.

Seperti diketahui, dalam perkara ini enam anggota laskar FPI diduga tewas tertembak oleh timah panas setelah terlibat bentrok dengan aparat.

Menurut Polda Metro Jaya, polisi sempat diserang oleh simpatisan FPI di ruas jalan tol Jakarta-Cikampek, Senin (7/12).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus pun mengingatkan, tiap keterangan yang tidak sesuai fakta dan disebarluaskan dari peristiwa tersebut, bisa dijerat dengan ancaman pidana.

"Kalau memang ada pernyataan seperti itu (laskar FPI) jangan menyebarkan berita bohong. Itu bisa dipidanakan," kata Yusri di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (8/12).

(Akmal/Republika/Kumparan/Detik)

No comments:

Post a comment

Halaman Facebook

×
Berita Terbaru Update