-->

Notification

×

DIDUGA KAMPANYE SAAT MENJELANG PENSIUN, CAMAT JATIWARAS DIPOLISIKAN BAWASLU

Friday, 4 December 2020 | 14:13 WIB Last Updated 2020-12-04T07:13:19Z


DIDUGA KAMPANYE SAAT MENJELANG PENSIUN, CAMAT JATIWARAS DIPOLISIKAN BAWASLU

TASIKMALAYA//JN - Camat Jatiwaras, Kabupaten Tasikmalaya berinisial EMY dilaporkan Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Tasikmalaya Polda Jabar. Ia diduga melakukan pelanggaran netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Pilkada serentak dengan menggiring atau mengajak untuk memilih pasangan nomor urut 2.


Hu
Camat Jatiwaras, EMY, Sumber website pemdes papayan.


Koordinator Divisi (Kordiv) Penanganan Pelanggaran Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya Khoerun Nasichin (03/12) menjelaskan bukti laporan berbentuk rekaman audio dari masyarakat Desa Setiawangi yang diterima Bawaslu, dalam acara pembentukan panitia pemilihan desa di Desa Setiawangi, Kecamatan Jatiwaras, pertengahan akhir November lalu.

“Camat itu secara sengaja melakukan ajakan memilih calon” Ungkap Khoerun.

Menurut Khoerun, camat tersebut terbukti secara unsur materil dan formil.

“Pelanggaran netralitas ASN yang dilakukan oleh camat Jatiwaras ini melanggar Undang-undang Nomor 10 tahun 2016 tentang Pemilihan.” Lanjutnya “Terkait dugaan pelanggaran oleh ASN ini masuk dalam pasal 71 ayat I terkait Netralitas ASN dan untuk sanksinya tertera di pasal 188 Undang-undang tentang Pemilihan dengan sanksi minimal pidana penjara satu bulan maksimal enam bulan. Kemudian denda minimal Rp 600 ribu maksimal Rp 6 juta” Tutur Kordiv Penanganan Pelanggaran Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya tersebut.

“Meskipun Camat tersebut sudah memasuki masa pensiun. Namun hal itu tidak akan menghilangkan perbuatannya melanggar netralitas ASN karena dilakukan pada saat aktif menjabat sebagai camat atau ASN di lingkungan pemerintah Kabupaten Tasikmalaya.” Tambah Khoerun.

Seperti yang di kutip radar,  Ketua Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya, Dodi Juanda S.IP, mengungkapkan bahwa selama Pilkada Bupati laporan pelanggaran terkait netralitas ASN baru satu kasus. Ditambahkan, dari 9 Kasus yang ditangani Bawaslu, 1 Kasus berdasarkan laporan masyarakat, sisanya hasil temuan dan penelusuran jajaran pengawas pemilu.
R Setia Surya,  Divisi SDM Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya menyatakan Bawaslu juga mendorong ada pihak yang melaporkan, untuk mempersiapkan lebih cepat alat bukti secara formil dan materil.

"Semua bentuk informasi, dari manapun pasti ada penanganannya. Adanya pihak yang melaporkan sangat bersyukur sekali untuk menggali data dan bukti lebih cepat" Ujar Pria yang akrab dipanggil Deden Setia tersebut.

Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya, AKP Hario Prasetyo Seno mengaku sudah menerima laporan terkait dugaan pelanggaran netralitas ASN oleh Camat Jatiwaras dari Bawaslu.

“Betul laporan sudah kita terima, untuk terlapor nanti dijadwalkan kembali dilakukan pemeriksaan” ujarnya. (AyoBandung/Koropak/Radar/Andris)

No comments:

Post a comment

Halaman Facebook

×
Berita Terbaru Update