-->

Notification

×

Diklat Pra UKW PJI: Menuju Wartawan Profesional, Kompeten & Terarah

Monday, 7 December 2020 | 21:13 WIB Last Updated 2020-12-07T14:13:24Z


Gambar: Hartanto Boechori Ketua Umum Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI)

Diklat Pra UKW PJI: Menuju Wartawan Profesional, Kompeten & Terarah


SURABAYA//JATIM//JN - Pelaksanaan Diklat Pra UKW menjadi awal yang cerdas untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman para wartawan atas tugas penting yang diemban serta berpegang teguh pada UU Nomor 40 Tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik (KEJ) sebagai jembatan membentuk wartawan menjadi profesional, kompeten dan terarah.



Seperti disampaikan oleh Hartanto Boechori Ketua Umum Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI) selaku penyelenggara saat memberikan sambutannya pada Diklat Pra Uji Kompetensi Wartawan (UKW)  bertempat di Hotel Narita, Barata Jaya, Kota Surabaya, Jawa Timur, Minggu (06/12/20).



Boechori (panggilan Hartanto Boechori - red) menjelaskan, tujuan utama dilaksanakannya diklat Pra UKW adalah memberikan pembekalan kepada wartawan yang selama ini telah menjalankan tugas jurnalistik juga bagi peserta yang belum sama sekali atau pemula yang belum pernah mengikuti UKW. Agar kedepannya memiliki referensi yang cukup saat mengikuti ujian UKW guna mencapai jenjang Wartawan Kompeten Muda.


"Sengaja kami membuat acara diklat/pelatihan Pra UKW untuk meningkatkan wawasan serta meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi wartawan kompeten," tutur Hartanto Boechori di Surabaya (06/12).


Masih dalam seputaran giat Pra UKW lanjutnya, hal ini adalah bekal pelatihan wartawan menuju ke tahap uji kompetensi yang sesungguhnya. 


"Jadi saya mohon kepada seluruh peserta agar serius dalam mendengarkan paparan para sumber mengenai materi yang di sampaikan terkait cara penulisan berita yang baik dan benar sesusi kaidah jurnalistik," tegasnya.


Terlepas dari hal itu sambungnya, menjadi target program kerja jangka panjang, PJI bercita-cita akan terus mengembangkan sayapnya agar diseluruh Kabupaten/Kota khususnya yang berada di Jawa Timur terdapat perwakilan.


Drs. Edi Sutanto, S.H. Wartawan Utama/Depkumham PJI/Pemimpin umum Media Koran Investigasi Bidik Nasional & bidiknasional.com.


Salah seorang Pemateri Drs. Edi Sutanto, S.H, Wartawan Utama/Depkumham PJI/Pemimpin umum Media Koran Mingguan Investigasi Bidik Nasional & bidiknasional.com menekankan selain Kode Etik Jurnalistik ada satu hal yang wajib di ketahui oleh peserta Pra UKW adalah dasar kode etik insan pers sendiri yang mengacu pada kepekaan nurani.


"Begitu panjang dan banyak pasal-pasal yang ada dalam KEJ, satu hal yang sangat penting yaitu ketajaman hati nurani sebagai seorang wartawan. Penerapannya yakni hati dan nuranilah yang lebih berbicara. Seperti contoh, apabila materi pemberitaan kita berkutat pada sebuah kasus pembunuhan. Yang mana penyajian berita apakah dengan sengaja kita akan menampilkan penyajian nama, alamat lengkap disertai gambar yang vulgar ketika korban dipotong-potong atau di mutilasi, manusiakah atau binatangkah," tanya Edi Sutanto atau yang akrab dipanggil Bos Edi Ini.


Iapun menambahkan, "jenjang wartawan muda menjadi penting bagi mereka para pemula yang memang belum memiliki sertifikasi UKW."


Hadir sebagai pemateri dalam diklat Pra UKW ke empat PJI kali ini, Sugeng Priyadi Dosen Universitas Bhayangkara/Ketua Depdiklat PJI, Gunaryo Handajia Wartawan Muda/Deppushpers PJI/Dewan Redaksi Media Indonesia Jaya, Yusril Raja Agam perwakilan PWI menggantikan Zaibi Susanto Wartawan Utama/Ketua DPP PJI/Pemimpin Umum Media Brata Pos, Jentar Sitinjak Wartawan Madya/Sekertaris DPP PJI /Pemimpin Umum Berita Korupsi.co, Anton Hery Wibawa Wartawan Utama /Ketua DPP PJI/Pemimpin Umum Media Derap.id,M Imam Chambali Wartawan Muda/Depkumham PJI/Pemimpin Redaksi Media Sinar Pos dan Budi Santoso Wartawan Muda/Depkopmit/PJI/Kepala Biro Surabaya Media Bidik Nasional.


Sebagai informasi, acara diikuti oleh 60 peserta dari berbagai penjuru kota di Indonesia, berlangsung estafet penyampaian materi Pra UKW, etika Jurnalis, UU Pers, Kode Etik Jurnalistik, Aspek Hukum & Tanggungjawab Pers (Delik Pers), Manajemen Pers, Penulisan berita hukum dan ditutup dengan praktek Pra UKW perihal pelaksanaan uji wawancara tatap muka, Press Realease, door stop dan uji materi penulisan berita. (Aryo)

No comments:

Post a comment

Halaman Facebook

×
Berita Terbaru Update