-->

Notification

×

Jeritan Petani Saat ini Akibat Kelangkaan Pupuk Diwilayah Pajampangan Betul-betul Sangat di Rugikan

Tuesday, 8 December 2020 | 08:02 WIB Last Updated 2020-12-08T01:02:51Z


Jeritan Petani Saat ini Akibat Kelangkaan Pupuk Diwilayah Pajampangan Betul-betul Sangat di Rugikan


SUKABUMI//JN - Para petani di pajampangan Kabupaten Sukabumi merasa kesal akibat kelangkaan pupuk. "Ari salah satu petani di wilayah Desa Sukamaju Kecamatan Cimanggu kabupaten Sukabumi sampaikan kami menyampaikan kekesalannya akibat kelangkaan pupuk kata Ari ke Awak media JN memang kesal Pak, karena di saat ini kami sangat butuh pupuk namun susah didapat. Apalagi di musim tanam ini semua petani butuh pupuk untuk meningkatkan produktivitas saat musim panen tiba,"  kelangkaan pupuk bersubsidi tentu saya selaku petani merugi, karena jika tanaman tidak di pupuk, hasil panennya pun tak maksimal, bahwa kondisi kelangkaan pupuk khususnya jenis urea sudah dirasakan sejak beberapa bulan terakhir." Ucap Ari.


"Akibat adanya kelangkaan ini saya selalu petani terpaksa harus membeli pupuk yang nonsubsidi yang harganya cukup tinggi, satu paket Urea/Poska saya beli 400 ribu, kalau beli bukan subsidi pupuknya ada. Bahkan Organik pun Yang biasanya dikasih ada pembagian Sekarang beli , mohon kepada pemerintah segera turun tangan menindak lanjuti salah satu jeritan petani atas kelangkaan pupuk ini, juga tindak lanjut juga para agen pupuk nya." Ucap Ari.


Sementara itu Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Praksi PDIP Anang Janur, S.Ip menanggapi serius dan sudah mengetahui soal adanya kelangkaan pupuk di beberapa kecamatan di Kabupaten Sukabumi khususnya wilayah Selatan Pajampangan.


"Kelangkaan pupuk betul-betul masyarakat petani sangat di rugikan oleh kelangkaan pupuk tersebut Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan akan mengajukan adanya Pansus mengenai kelangkaan pupuk dikalangan para petani." Papar Anang Janur, S.Ip. Lanjut Anang Sampaikan, ketika masyarakat ingin memakai pupuk bahasanya belum ada kiriman jadi pupuk belum ada.


"Akan tetapi agen tersebut kok bisa menjual pupuk tersebut. Ada dijual tapi bukan subsidi bahasanya menurut beberapa petani yang menyampaikan kelangkaan pupuk tersebut kepada saya." Tutur Anang.


Sambung Anang yang ditakutkan ada modus seperti ini diduga akal-akalan Agen supaya bisa meraup keuntungan besar, yang menjadi kasihan kepada masyarakat para petani saat ini yang menjerit dikarenakan kelangkaan pupuk tersebut.


"Dimsal agen tersebut bahasanya dapat beli itu pupuk yang jadi pertanyaan saya dapat belinya dari mana" Adapun bila pupuk tersebut belinya dari luar itu masuknya dalam pasal 480 ke-1 KUHP melakukan  tindak pidana penadahan. Apalagi sekarang ini kemudahan untuk mendapatkan kartu tani dibuatkan oleh pemerintah dinas terkait. Mestinya harus di pertanyakan kepada penerima kartu tani tersebut punyakah lahan sawah nya? betulkah yang dapat kartu tani tersebut ada lahannya, harus jelas." Pungkas Anang. (Aryo/Team)

No comments:

Post a comment

Halaman Facebook

×
Berita Terbaru Update