-->

Notification

×

Ketua MUI JABAR : Adzan "Hayya Alal Jihad" Membuat Keresahan Di Masyarakat

Wednesday, 2 December 2020 | 21:06 WIB Last Updated 2020-12-02T14:06:13Z

Ketua Umum MUI Jawa Barat saat menyikapi adzan "hayya alal jihad"


Ketua MUI JABAR : Adzan "Hayya Alal Jihad" Membuat Keresahan Di Masyarakat

Bandung//JN - Ketua Umum MUI Jabar Rahmat Syafei (02/12) menyatakan bahwa dengan beredarnya video tentang adzan yang dicampur adukan dengan yang lain, dapat meresahkan masyarakat.

Oleh karena itu dihimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang serta meminta penjelasan kepada para kyai, para ulama di sekitarnya mengenai viralnya Adzan 'Hayya Alal Jihad' yang bukan pada tempatnya dan bertentangan dengan Syariah Islamiyah.

"Sungguhpun mempunyai maksud lain, tetap itu termasuk pada pelecehan terhadap Agama dan itu perlu diusut tuntas pelakunya, karena ini membuat keresahan di masyarakat, khususnya Jawa Barat." ujar Ketua Umum MUI Jabar.

Rahmat Syafei menghimbau, meminta dan memohon kepada semua pihak, khususnya kepada Polda Jabar untuk mengusut tuntas kasus tersebut dan pelakunya ditangkap serta diproses sesuai peraturan hukum yang berlaku.

"Mudah - mudahan Kapolda Jawa Barat dapat menjalankan keinginan kami agar masyarakat tetap kondusif" tutup Ketua Umum MUI Jabar.

Senada dengan hal itu, ulama sekaligus tokoh sufi, Habib Novel Alaydrus dari Solo menyebutkan baru seumur hidup baru mendengar Adzan seperti itu.


Habib Novel Alaydrus


"Ini bertentangan dengan ajaran Nabi Muhamad SAW" lanjut Habib Novel "ini bertentangan dengan Hadits seorang muslim adalah dia yang umat islam selamat dari gangguan lisan dan tangannya" Ujar Habib Novel Alaydrus.

Selain itu, Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu’ti turut menanggapi mengenai azan yang diselipkan ajakan untuk berjihad, bahwa belum menemukan hadits yang menjadi dasar adzan tersebut.

“Saya juga tidak tahu apa tujuan mengumandangkan adzan dengan bacaan 'hayya alal jihad',” tutur Mu’ti ketika dihubungi pada Rabu (2/12).

Mu’ti meminta agar aparatur keamanan dapat melakukan penyelidikan dan memblokir supaya video adzan tersebut tidak semakin beredar dan meresahkan masyarakat.

“Balitbang Kementerian Agama dapat segera meneliti. Ormas-ormas Islam perlu segera memberikan tuntunan kepada para anggota agar tetap teguh mengikuti ajaran agama Islam yang lurus,” tutup Mu’ti. (Akmal)

No comments:

Post a comment

Halaman Facebook

×
Berita Terbaru Update