-->

Notification

×

Penembakan Pengikut FPI, NU - Muhammadiyah Desak Bentuk Tim Investigasi Independen

Wednesday, 9 December 2020 | 11:16 WIB Last Updated 2020-12-09T04:16:18Z



Penembakan Pengikut FPI, NU - Muhammadiyah Desak  Bentuk Tim Investigasi Independen
 
Jakarta//JN - Insiden penembakan yang dilakukan oleh polisi dan menyebabkan enam pengikut  Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS) mendapat kecaman dari berbagai pihak.

Salah satu yang mengecam adalah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta.

Melalui keterangan persnya kepada Pikiran Rakyat Media Network, Ketua PWNU DKI Jakarta, KH Samsul Ma’arif menyatakn bahwa NU mengutuk semua bentuk kekerasan baik dalam bentuk fisik maupun intimidasi apapun.

Karena itu, NU Jakarta mendesak agar dibentuk Tim Investigasi Independen untuk mengungkap dan membuat terang kasus tersebut.

“PWNU DKI Jakarta mendukung investigasi secara independen atas insiden anggota masyarakat dengan anggota Polri secara transparan,” katanya, Senin (7/12)

Senada dengan itu Ketua PP Muhammadiyah Bidang Hukum dan HAM Busyro Muqoddas mendesak presiden melalui siaran YouTube Muhammadiyah Channel, Selasa (8/12). "Kepada Presiden selaku panglima tertinggi TNI dan Polri juga kami mendesak terhadap peristiwa ini bukan saja diambil sikap yang minimalis atau formalistik, tetapi dibentuk satu tim yaitu tim independen yang terdiri dari sejumlah pihak," kata Busyro.

Busyro mengatakan tim ini diharapkan akan melibatkan berbagai lembaga negara. Jadi tim gabungan ini dapat menginvestigasi secara objektif.

"Ada lembaga negara misalnya Komnas HAM, ada lembaga negara yang lain yang terkait dengan persoalan yang sudah terjadi ini dan unsur-unsur masyarakat yang memiliki kompetensi dan track record untuk menelaah, mengkaji objektif, benar berdasarkan fakta yang tidak ada yang tersembunyi dan disembunyikan termasuk di sini unsur masyarakat itu adalah IDI, Ikatan Dokter Indonesia," Ujar Busyro Muqoddas

Busyro menilai pembentukan tim independen ini perlu dilakukan di negara demokrasi. Dia berharap pada kasus ini tidak ada keberpihakan dan dijalankan secara terbuka.

"Tim independen ini penting karena kita hidup sudah tahu dari sejak lama dalam negara yang menganut sistem demokrasi, demokrasi yang mengandung moralitas, demokrasi yang dijiwai oleh Pancasila, UUD 1945, dan komitmen rakyat yang begitu kuat moralitasnya itu menuntut agar ada proses yang balance, tidak sepihak, proses yang menunjukkan keterbukaan, kejujuran dan akuntabilitas, oleh karena itu PP Muhammadiyah memandang sangat mendesak dibentuknya tim independen tersebut," katanya. (PikiranRakyat/Detik/Akmal)

No comments:

Post a comment

Halaman Facebook

×
Berita Terbaru Update