-->

Notification

×

Polri Pastikan Penyidikan Kasus Penembakan Dilakukan Profesional

Tuesday, 8 December 2020 | 21:13 WIB Last Updated 2020-12-08T14:13:12Z



Polri Pastikan Penyidikan Kasus Penembakan Dilakukan Profesional


JAKARTA//Journal News - Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono memastikan proses penyidikan kasus penembakan terhadap enam jenazah Laskar Front Pembela Islam (FPI) yang meninggal dunia akibat melawan aparat kepolisian di Tol Jakarta-Cikampek dilakukan secara transparan dan profesional. 


Argo mengungkapkan, personel kepolisian yang menyidik kasus tersebut "dipelototi" atau diawasi oleh Divisi Propam Polri. Hal itu dilakukan sebagai upaya menciptakan penegakan hukum yang profesional.



Gambar: Ahmad Sahroni


"Semua tindakan yang  dilakukan oleh anggota dalam sidik dilakukan pengawasan dan pengamanan oleh Divisi Propam. Semua itu dilakukan agar pengusutan kasus ini transparan," kata Argo dalam keteranganya, Jakarta, Selasa (8/12).


Bahkan, kata Argo, saat ini Divisi Propam sudah membentuk tim khusus untuk mengawasi personel polisi yang menangani kasus tersebut. Selain itu, perkara itu juga sudah diambil alih oleh Mabes Polri. 


"Kadiv Propam sudah membentuk tim. Saat ini kasus tersebut sudah ditarik ke Mabes Polri," ujar Argo.


Dibagian lain, Argo menyebut, Puslabfor Bareskrim Polri melakukan pemeriksaan terhadap mobil yang terlibat dalam insiden kasus penembakan tersebut. "Saat ini akan dilakukan Autopsi dan Puslabfor akan memeriksa mobil," tandasnya. 


Argo juga menyebut, enam jenazah masih berada di RS Polri lantaran belum rampungnya pemeriksaan forensik terkait kasus penyerangan tersebut. "Iya masih belum selesai pemeriksaan kedokteran forensiknya," tutupnya.


Politikus Partai Gerindra, Fadli Zon memberikan tanggapan dikutip dari kanal YouTube miliknya, Fadli Zon Official, Selasa (8/12) jangan sampai insiden tersebut menjadi pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Mengingat hari Kamis (10/12) besok ialah peringatan Hari HAM.



Gambar: Fadli Zon


"Peristiwa 7 Desember 2020, tiga hari menjelang Hari Hak Asasi Manusia, harus diselidiki." Lanjut Fadli "Jangan sampai ini menjadi sebuah pelanggaran HAM yang sangat brutal di tengah pandemi Covid-19," 


Lain halnya, dengan Ahmad Sahroni, politisi Partai NasDem menilai tindakan polisi sudah sesuai standard operating procedure (SOP) dan koridor hukum.


"Dalam hal ini, menurut saya polisi udah sesuai SOP dan hukum, karena kan memang kalau diserang, maka polisi wajib membela diri untuk dirinya sendiri maupun orang lain. Ini ada undang-undangnya dan dalam aturan juga dibenarkan," kata Bendahara Umum Partai NasDem tersebut, Selasa (8/12).


Menurut Wakil Ketua Komisi III DPR RI ini, polisi juga menemukan alat bukti berupa senjata tajam. Ia pun mengimbau masyarakat menunggu penjelasan lengkap dari pihak polisi.


"Kan bukti berupa senjata tajamnya juga berhasil ditemukan, jadi ya udah kita tunggu aja keterangan lebih lanjut dari Polda Metro. Saya yakin polisi juga masih mempersiapkan dan akan melengkapinya," ujar Sahroni. (Humas Polri/Tribunnews/Detik)

No comments:

Post a comment

Halaman Facebook

×
Berita Terbaru Update