-->

Notification

×

Ganti Kebijakan Privasi, Berikut Data Yang Dikirim WhatApps Ke Facebook

Friday, 22 January 2021 | 08:59 WIB Last Updated 2021-01-22T08:44:56Z


Cianjur, journalnews.co.id - Beberapa waktu lalu WhatsApp mengumumkan akan mengganti kebijan privasinya, hal ini menuai beragam kritikan dari para pengguna. Bahkan tak sedikit yang memilih untuk beralih ke aplikasi chatting lain yang dinilai lebih aman.

Mengenai kebijakan privasi yang dimaksud adalah WhatsApp akan membagikan data pengguna ke perusahaan induknya yakni Facebook dan berbagai anak perusahaannya. Kebijakan ini harus disetujui oleh pengguna jika ingin tetap menggunakan aplikasi tersebut.

Sayangnya, sebagai masyarakat awam, masih banyak pengguna yang tidak memahami apa saja data yang akan dibagikan dan seperti apa pengaruhnya untuk privasi pengguna. Ingin tahu jawabannya? Dilansir dari Android Authority dan laman FAQ WhatsApp, berikut penjelasannya!

1. Data apa saja yang akan diambil dan dibagikan WhatsApp ke Facebook?

Kebijakan baru dari WhatsApp ini awalnya akan diberlakukan mulai dari 8 Februari 2020. Akan tetapi, karena begitu banyak pihak yang menentangnya, mereka menundanya selama tiga bulan. Pertanyaannya, data apa saja yang dikumpulkan dan dibagikan WhatsApp kepada Facebook hingga menuai kritik?

Nomor telepon;
Jenis perangkat dan ID-nya;
Lokasi pengguna;
Data transaksi pengguna yang dilakukan melalui WhatsApp Pay;
Interaksi dengan produk dari WhatsApp Business;
Identifier pengguna.
Untuk poin terakhir, yaitu identifier, sifatnya sangat personal. Kamu bisa mendapatkan penjabarannya di poin selanjutnya.

2. WhatsApp juga membagikan data bernama "identifier", apakah itu?

Pada laman resminya, WhatsApp tampak menyebutkan bahwa mereka juga membagikan identifier pengguna kepada Facebook. Berikut ini jenis informasi yang termasuk di dalamnya:

Nomor telepon;
Nama yang kamu pakai di profil WhatsApp;
Foto profil;
Status:
Informasi perangkat yang dipakai;
IP Address yang digunakan.
Secara garis besar, identifier merupakan data yang sifatnya personal. Disadari atau tidak, kita membagikannya secara sukarela ketika mendaftar akun WhatsApp.

3. Siapa saja yang akan terkena imbas kebijakan ini?

Menurut klarifikasi WhatsApp, kebijakan ini hanya berlaku ketika pengguna berkomunikasi dengan akun bisnis yang terintegrasi dengan WhatsApp. Secara singkat, jika kamu pernah dan akan berkomunikasi dengan akun WhatsApp Business, maka kamu adalah salah satu orang yang yang terkena imbasnya. 

Jadi, bisa disimpulkan bahwa semua persoalan data-sharing ini dilakukan agar pengguna mendapatkan iklan yang lebih sesuai dengan "kebutuhannya". Dengan begitu, daya beli kita bisa dimaksimalkan. 

4. Data apa saja yang tidak bisa dikumpulkan oleh WhatsApp?

Walaupun telah mengumpulkan banyak data, WhatsApp mengklaim bahwa ada informasi tertentu yang tidak bisa dilihatnya. Mereka juga tidak bisa membagikannya kepada Facebook. Apa sajakah data yang dimaksud? Berikut ini di antaranya:

Semua percakapan pribadi maupun grup;
Telepon yang kamu lakukan melalui WhatsApp;
Riwayat pesan dan telepon;
Informasi kontak pengguna;
Lokasi yang kamu bagikan dengan orang lain;
Informasi grup WhatsApp.
Berbeda dengan rumor yang beredar, ternyata WhatsApp mengklaim tidak akan mengakses informasi yang berkaitan dengan aktivitas pribadi kita. Jadi, data yang diambilnya sejauh ini terbatas pada hal-hal yang berkaitan dengan interaksi pada akun bisnis. 

5. Lalu apa yang bisa dilakukan oleh pengguna?

Mengingat WhatsApp berada di bawah naungan Facebook, para ahli mengatakan bahwa cukup sulit untuk memercayai perlindungan privasi yang diusungnya. Akan tetapi, beralih ke aplikasi lain bukanlah hal yang mudah untuk sebagian orang. Sebab WhatsApp telah menjadi salah satu tempat utama untuk berkomunikasi. (Ed)

No comments:

Post a comment

Halaman Facebook

×
Berita Terbaru Update