-->

Notification

×

Situs Megalitikum Gunung Padang Dan Keterkaitannya Kerajaan Pertama Padjadjaran

Wednesday, 13 January 2021 | 08:40 WIB Last Updated 2021-01-13T02:58:11Z

Gambar : Situs Gunung Padang

Gunung Padang Kerajaan Pertama Padjadjaran


Cianjur, journalnews.co.id - Situs Gunung Padang adalah situs megalitikum Laporan pertama mengenai keberadaan situs ini dimuat pada media Hindia Belanda Rapporten van de Oudheidkundige (ROD, Buletin Dinas Kepurbakalaan) tahun 1914.

Dikutif dari wikipedia.org, situs Gunung Padang merupakan situs prasejarah peninggalan kebudayaan Megalitikum di Jawa Barat. Tepatnya berada di perbatasan Dusun Gunungpadang dan Panggulan, Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur. Lokasi dapat dicapai 20 kilometer dari persimpangan kota kecamatan Warungkondang, di jalan antara Kota Kabupaten Cianjur dan Sukabumi. Luas kompleks utamanya kurang lebih 900 m², terletak pada ketinggian 885 m dpl, dan areal situs ini sekitar 3 ha, menjadikannya sebagai kompleks punden berundak terbesar di Asia Tenggara.


Foto: Aa Gaos, Sejarawan Asal Tatar Santri (Cianjur)

Menurut Aa Gaos selaku sejarawan dari Cianjur, situs Gunung Padang merupakan situs yang memiliki keterkaitan dengan Kerajaan Padjajaran yang pertama yang dipimpin oleh Raja Raden Prabu Lalijan, di mana masa kejayaannya yakni pada kisaran tahun 1030 sampai 1042 Masehi dengan peradaban maju dengan bangunan super megah pada zamannya.

"Raja Raden Prabu Lalijan mempunyai keturunan tiga anak, diantaranya Raden Arya Bangah sebagai anak pertama dan Ia merupakan salah satu pendiri Kerajaan Majapahit, putra ke dua yaitu Raden Prabu Ciung Wanara sebagai salah seorang pendiri kerajaan Galuh, dan ada pun anak ketiga yakni seorang putri bernama Nyimas Maha Raja Sakti akan tetapi Ia tidak tertulis dalam kepemimpinan" ungkap Sejarawan tatar Santri ini.

Ia menambahkan "Putra kedua Raden Ciung Wanara (Raja Galuh) memiliki empat putri, putri pertama Nyimas Perbalarang, putri kedua Nyimas Purba Endah, putri ketiga Nyimas Purba Asih, putri ke empat Nyimas Purba Sari" ungkapnya

"Beliau mempunyai keturunan putra yaitu Raden Lingga Meong yang meneruskan Kerajaan Pajajaran turun tahta dari Majapahit Raden Prabu Arya Banga, Raden Lingga Meong turun tahta ke putranya adalah Raden Lingga Wesi, dari Raden Lingga Wesi turun tahta ke putranya yaitu Raden Linga Wastu, dari linga Wastu turun tahta ke putranya yaitu Raden Susuk Tungal, dari Raden Susuk Tungal turun tahta ke putranya yaitu Raden Munding Kawati, dari Munding Kawati turun tahta ke putranya Raden Munding Kawangi yaitu (Sri Baduga Maha Raja Raden Prabu Siliwangi) di situlah tercatat berdirinya kerajaan pajajaran." Pungkas Aa Gaos. (Ben)

No comments:

Post a comment

Halaman Facebook

×
Berita Terbaru Update