-->

Notification

×

Jilbab Siswi Non Muslim Padang, Anjuran Boleh tapi Jangan ada Paksaan

Monday, 25 January 2021 | 05:41 WIB Last Updated 2021-01-24T22:41:13Z


Jakarta, journalnewa.co.id - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim seperti dilansir detik.com menanggapi kasus siswi nonmuslim yang diminta memakai jilbab di Padang, Sumatera Barat (Sumbar). Nadiem meminta pemerintah daerah (pemda) setempat memberikan sanksi tegas ke para pihak yang terlibat.

"Saya meminta pemerintah daerah sesuai dengan mekanisme yang berlaku, segera memberikan sanksi yang tegas atas pelanggaran disiplin bagi seluruh pihak yang terbukti terlibat, termasuk kemungkinan menerapkan pembebasan jabatan, agar permasalahan ini menjadi pembelajaran kita bersama ke depannya," kata Nadiem dalam video yang diunggah di akun Instagram resminya, Minggu (24/1).

Nadiem menekankan aturan seragam sekolah harus tetap menghormati siswa dalam menjalankan keyakinannya masing-masing. Aturan tersebut tertuang dalam Pasal 3 ayat 4 Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 45 Tahun 2014 tentang Pakaian Seragam Sekolah Peserta didik.
Lebih lanjut, Nadiem menyebut kasus siswi nonmuslim di Padang diminta berjilbab merupakan bentuk intoleransi. Mendikbud menilai itu melanggar undang-undang (UU).

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat, Adib Alfikri akan melakukan pengecekan ke semua sekolah apakah ada gejolak yang sama seperti di SMKN 2 Padang.

"Saya cek kepada yang lain, karena kalaupun ada unsur pemakaian pakaian seperti itu, yang lain tidak bermasalah. Akan kita kirim edaran ke seluruhnya, cek semua. Apakah memang aturan ini akan memunculkan hal-hal yang sama dengan ini," kata Adib kepada wartawan, Minggu (24/1).

"Tidak pernah ada Pemerintah Provinsi, Gubernur, atau Sekda sekalipun mengeluarkan surat terkait aturan seperti ini. Kita di Provinsi tentu mengacu sepenuhnya kepada aturan yang sudah diatur oleh kementerian," katanya lagi.

Ibu Hotimah, seorang staf pengajar yang mengajar dari tahun 1980, menyebutkan bahwa dalam sekolah siswa tidak hanya belajar tentang ilmu pengetahuan, tapi sosialisasi dan interaksi di sekolah.

"Di lingkungan seperti Padang, yang mayoritas muslim, sekolah menganjurkan siswi non muslim untuk berjilbab boleh saja, tapi intinya tidak ada paksaan." Lanjutnya "Dalam sekolah tidak hanya transfer ilmu pengetahuan, ada nilai interaksi dan sosialisasi, saya kira anjuran tersebut untuk melindungi siswi termarjinalkan dan berakibat menerima bully dari teman-temannya." Ungkap Hotimah. (Akmal Habibi)

No comments:

Post a comment

Halaman Facebook

×
Berita Terbaru Update