-->

Notification

×

LSM BARAK Indonesia MADA Cianjur Desak Pemkab Dan Kepolisian Usut Dugaan Potongan Bansos

Friday, 22 January 2021 | 14:35 WIB Last Updated 2021-01-22T08:49:46Z
Foto: Irwan Setiady, ST. Ketua Barak Mada Cianjur


Cianjur, journalnews.co.id - Kembali terjadi adanya dugaan pemotongan Bantuan sosial (Bansos) untuk masyarakat yang bersumber dari Dana Desa (DD) tahap terakhir tahun 2020 yang masing - masing KPM menerima sebesar Rp.600.000 ( Enam Ratus Ribu Rupiah ) dimasa pandemi covid-19.

Berdasarkan hasil laporan dari masyarakat pada tanggal 07/01/2021 yang secara langsung mendatangi kediaman seorang yang dianggap tokoh di Desa tersebut bahwa adanya pemotongan yang di lakukan oleh oknum ketua RT.

Lukmanul Hakim yang merupakan tokoh Masyarakat di Desa Mulyasari Kecamatan Cilaku Kabupaten Cianjur yang juga sebagai Ketua BARAK Indonesia Markas Cabang Cilaku dengan tanggap langsung terjun kelapang untuk pembuktian yang memang sebelum adanya laporan masyarakatpun,banyak sekali ketimpangan yang Lukman dengar atas kebijakan Kepala Desa yang sifatnya tidak sesuai dengan peraturan,baik itu Pergub,Perbup ataupun undang - undang tentang peraturan Desa,bahkan kebijakanya dianggap tidak Prorakyat.

Dari hasil investigasi Lukman bersama masyarakat lainnya yang sampai saat berita ini dimuat (22/01/21), ternyata benar, bahwa Bansos yang seharusnya diterima oleh masyarakat sebesar Rp. 600.000 adannya potongan sebesar Rp. 200.000 yang di lakukan oleh oknum ketua Rt dengan dalih uang dari hasil potongan tersebut akan digunakan untuk pembangunan Pos Kamling,Pembinaan Karangtaruna dan biaya perawatan aset - aset Desa tersebut, hingga masyarakat sebagai penerima hanya mendapat sebesar Rp. 400.000.

Sampai pada akhirnya Lukman mengambil langkah mendatangi Kantor Desa Mulyasari untuk mengadakan kordinasi lansung dengan Kepala Desa yang di dampingi Irwan Setiadi, ST selaku Ketua Umum LSM BARAK MADA Cianjur beserta Tim.

Dengan kedatangan Lukman beserta masyarakat dan juga rekan Lembaganya, dikeesokan hari Kepala Desa lakukan rapat dengan para ketua RT se-wilayah Desa Mulyasari.

Dalam sambutannya Kepala Desa mengintruksikan terkait yang telah terjadi dilapangan secepatnya diklarifikasi dan kaitan dengan adanya potongan dari Bansos agar segera di kembalikan kepada yang haknya. 

Sementara Irwan berpendapat, walaupun dengan dikembalikannya uang hasil dari potongan Bansos tersebut itu tidak menjamin dan juga bukan satu alasan baiknya kebijakan dari seorang Pimpinan tapi justru menurut Irwan buruknya kinerja seorang Kepala Desa dalam melakukan Pembinaan terhadap semua jajaran ataupun hal administrasi lainnya. 

"Belum lagi banyaknya laporan kasus yang  diduga dilakukan oleh Kepala Desa tersebut, seperti halnya bahwa Potongan dari Bansos tersebutpun informasi yang kami terima indikasinya atas dasar perintah Kepala Desa" ujar Irwan selaku Ketua BARAK MADA Cianjur

"Kami sebagai Lembaga yang mempunyai fungsi sebagai Kontrol Sosial  meminta dengan tegas kepada pihak Penegak hukum agar segera menindaklanjuti proses secara hukum kepada semua oknum aparatur negara yang telah melakukan perlawanan hukum dengan menyalah gunakan wewenang dan jabatannya" imbuhnya kepada awak media

"Kami pun meminta kepada Bupati Cianjur selaku Kepala Daerah agar segera merevisi para pejabat atau para Kepala Dinas yang kinerjanya kurang efektif" ungkapnya kepada awak media

Ini kalimat terakhir yang di katakan Irwan kepada journalnews.co.id Cianjur. Kaitan dengan  program Pemerintah baik itu PKH, BPNT ataupun Bansos lainya agar segera diperbaiki sistemnya, apalagi program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tidak lagi menggunakan oknum Suflier yang sifatnya menguntungkan dirinya pribadi dan masyarakat yang dirugikan seperti hal barang dengan kualitasnya jelek. 

"Kami dari LSM BARAK MADA Cianjur akan senantiasa siap selalu membela Rakyat yang lemah dan kami siap datangi anggota Dewan Pimpinan Rakyat Daerah yang telah di pilih Rakyat (DPRD) cianjur dengan hal ini" Pungkas Irwan. (Gun/Dns)

No comments:

Post a comment

Halaman Facebook

×
Berita Terbaru Update