-->

Notification

×

Sekjen DPP PGK: Komjen Listyo Sigit Prabowo Minim Prestasi, Kok Dipilih Jokowi?

Saturday, 23 January 2021 | 05:22 WIB Last Updated 2021-01-22T22:22:41Z



Sekjen DPP PGK: Komjen Listyo Sigit Prabowo Minim Prestasi, Kok Dipilih Jokowi?


Banten//Journalnews.co.id - Dari hasil uji kelayakan DPR RI terhadap calon petinggi di tubuh Polres,  akhirnya semua fraksi di parlemen menyetujui Komjen Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri pengagnti Idham Aziz. Dalam prosesnya banyak kalangan menilai terbilang mulus tanpa hambatan. Hal ini yang membuat sebagian masyarakat bertanya-tanya mengenai alasan paling rasional sehingga Jokowi memilih Komjen Sigit dari 5 nama yang diusulkan Kompolnas. 




Salah satu pertanyaan tersebut muncul dari Riyan Hidayat selaku mantan presiden mahasiawa UIN Jakarta sekaligus Sekretaris Jenderal Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) saat ini. 


"Mohon pak Jokowi kasih statemen yang rasional. Prestasi apa yang membuat pak Sigit bisa melangkahi senior-seniornya menjadi Kapolri?," tegas Riyan. 


Lanjut Riyan, track record Komjen Sigit selama ini biasa saja, tidak ada prestasi yang menonjol atau istimewa. 


"Selama menjadi Kapolda Banten biasa saja. Kadiv Propam standar saja. Lalu saat menjadi Kabareskrim masih banyak kasus yang mengawang. Emosi Publik soal kasus hukum Joko Candra belum selesai. Terbunuhnya 6 Laskar FPI juga belum selesai. Belum lagi kasus kerusakan alam disebabkan oleh eksploitasi perusahaan kongolomerasi yang semakin parah yang hari ini membuat bencana terjadi dimana-mana," ungkap Sekjen DPP PGK tersebut.


Kemudian imbuh Riyan, track record yang terbilang tidak istimewa seperti itu, mengapa sosok Sigit bisa melampaui senior-seniornya dari angkatan 87 sampai 90. Padahal, banyak diantara seniornya itu merupakan peraih Bintang Adhi Makayasa atau lulusan terbaik di angkatannya dan punya prestasi cemerlang selama berkarir di Polri.


"Menurut saya, Pak Jokowi terlalu jauh masuk ke internal Polri, terpilihnya Pak Sigit patut diduga sangat politis, karena berdasarkan kedekatan dengan Presiden. Sistem rekruitmen ini jelas menjadi preseden buruk dalam penganggkatan pimpinan polri. Karena itu bagi perwira Polri lainnya, tak perlu memperbanyak prestasi untuk memiliki karir bagus di Polri, cukup mendekatkan diri dengan penguasa atau politisi saja. Kalo begitu Untuk apa ada pelembagaan Adhymakayasa? Kita berdoa semoga Polri tidak sampai membentuk Parpol," pungkas Riyan. (AY)

No comments:

Post a comment

Halaman Facebook

×
Berita Terbaru Update