-->

Notification

×

Jembatan Rawayan Butuh Perhatian Pemerintah Setempat

Thursday, 11 February 2021 | 12:28 WIB Last Updated 2021-02-11T06:10:56Z
Gambar: Jembatan Rawayan yang terletak diantara dua wilayah Desa & Kecamatan


CIANJUR, journalnews.co.id - Jembatan gantung di Kampung Jangga RT 04/04 perbatasan antara Dua Desa dan Dua Kecamatan. Diantaranya Desa Sukaluyu dan Desa Langansari serta Kecamatan Sukaluyu dan Kecamatan Karang Tengah Kabupaten Cianjur. Kondisi jembatan penghubung dua wilayah tersebut sangat memprihatinkan dengan terbuat dari bambu dan di gantung oleh kawat seling ini, masyarakat sekitar yang sehari-hari menggunakan jembatan tersebut sebagai penunjang aktivitas sehari-hari sering mengalami kecelakaan berupa terperosok dan jatuh.
Gambar: Masyarakat dari luar yang hendak menyebrang terpaksa memarkirkan sepeda motornya di sebrang jembatan karena merasa khawatir jembatan runtuh

Sangat ironi sekali mengingat lokasi jembatan tersebut berada diantara 2 wilayah desa dan kecamatan, Jembatan rawayan diperkirakan berusia lebih dari 20 Tahun. Dengan panjang 30 meter lebar sekitar 1 meter ini, butuh perhatian dari pemerintah setempar. Dengan kondisi badan jembatan yang sudah lapuk dimakan usia tentunya akan sangat riskan bagi para pengguna jembatan, baik warga Sukaluyu maupun warga Kecamatan karang tengah Kabupaten Cianjur, bahkan sebelum akan melintasi jembatan Rawayan, masyarkat mesti melalui jalan gang yang sempit serta licin terlebih dahulu, tentunya hal ini akan beresiko bagi masyarakat yang hendak mengakses jembatan tersebut.

Aang baden (53) Salah seorang tokoh masyarakat asal kampung Jangga saat di temui team JOURNAL NEWS di kediamanya, menjelaskan terkait kondisi jembatan tersebut,
Foto: Aang Badan, tokoh masyarakat sekitar

"Jembatan Rawayan ini betul kurang perhatian dari pihak pemerintah. Jangankan mengganti, merawat pun harus oleh masyarakat sekitar. Saya berharap kepada pemerintah Desa, Kecamatan maupun yang keterkaitan dalam masalah jembatan Rawayan ini untuk segera bisa membantu sarana umum dengan secepatnya, karena andaikan jembatan ini di terlantarkan yang sangat dikhawatirkan adanya korban terjatuh dan hanyut terbawa arus sungai." pungkas Aang Baden.

Aang Baden menyampaikan aspirasinya memang sudah menjadi bagian dari hak demokrasi. Tak banyak yang Ia harapkan dari pemerintah setempat, Ia hanya berharap agar pemerintah lebih memperhatikan lagi sarana umum yang digunkan sebagai penunjang aktivitas sehari-hari oleh masyarakat sekitar. Selain daripada itu, tentunya keselamatan pemgakses jembatan juga mesti diprioritaskan karena dengan keadaan jembatan yang lapuk dikhawatirkan terjadi sesuatu yang tidak diharapkan.

Terhitung puluhan tahun usia jembatan tersebut, tentunya dengan waktu yang tak sebentar itu masyarakat pun bertanya-tanya apakah pemerintah dari dua Desa dan dua Kecamatan tidak menganggarkan dana pembangunan dan perawatan jembatan Rawayan? Atau memang pemerintah di dua wilayah tersebut memang enggan mengalokasikan anggaran?. (RH/MH/AA) 

No comments:

Post a comment

Halaman Facebook

×
Berita Terbaru Update