-->

Notification

×

Jeritan Hati Buruh Tani Di Desa Kutawaringin Kecamatan Mande

Monday, 8 February 2021 | 07:26 WIB Last Updated 2021-02-08T00:55:08Z

 

Gambar: Rumah Eman Sulaiman (60) yang sudah reot dan tampak batu penopangnya juga sudah tidak stabil. 

CIANJUR, journalnews.co.id : Di balik keperihatinan seorang warga, Eman Sulaeman (60) asal Kampung Gegerbentang Rt. 02 Rw. 05 Desa Kutawaringin Kecamatan Mande Kabupaten Cianjur. Eman harus  tinggal  di gubuk reot yang berasal dari bambu, dengan kondisi tidak layak untuk di huni Eman bersama istri dan anak anak nya tinggal di rumah gubuk dengan penuh keperihatinan, karena anak anak mereka masih pada kecil. Bahkan keseharian Eman adalah seorang kuli tani di kebun warga, yang nominal gajinya sangat minim untuk menghidupi keluarga.(8/2) 


Gambar: Rumah Eman tampak atapnya bisa ambruk kapan saja dan tidak layak huni, karena bisa membahayakan penghuninya. 

"Rumah yang tak layak huni ini, seharusnya pemerintah buka mata dan bisa untuk membantu warga. bahkan keperihatinan seorang pemimpin baik dari mulai Rt dan kepala desa harus benar - benar bisa memperhatikan warga seperti keluarga eman. karena banyak program pemerintah yang bisa menunjang kebutuhan sarana dan perasarana bagi warga tak mampu, seperti RUTILAHU dan itu bisa di perjuangkan oleh RT dan kepala desa." ungkap Eman warga Kampung Geger Bentang yang menekuni pekerjan sebagai buruh tani. 




Kehidupan Eman sulaiman yang benar - benar butuh perhatian dari pemerintah dari mulai RT, Kepala Desa, bahkan sampai tingkat Dewan Perwakilan Daerah Kbupaten Cianjur. Eman sulaeman sudah 20 tahun hidup di gubug tua yang kondisinya sudah reot, namun ia selalu tabah walau dengan hidup serba kekurangan, kaena mungkin eman tergolong orang yang tidak mampu yang keseharianya hanya menjadi kuli di kebun warga dengan menerima upah 50 ribu setiap harinya." tambahnya. 




"Bahkan saya berharap ada Donatur, atau orang yang sanggup menyisihkan hartanya untuk membantu saya, karena kehidupan saya jangankan bangun rumah, untuk hidup sehari - hari saja sudah cukup sulit. Saya juga berharap kepada pemerintah agar bisa bantu saya, karena rumah saya sudah mau roboh takut nya anak - anak saya tertimpa bangunan apa lagi di musim hujan ini serta di iringi angin besar, saya hanya bisa diam dan berdoa sambil memeluk anak - anak saya." pungkas Eman dengan deraian air mata.(Rafli Hidayat)


No comments:

Post a Comment

Halaman Facebook

×
Berita Terbaru Update