-->

Notification

×

Jokowi Buka Izin Investasi Miras, Warganet Ramaikan Tagar #TolakInvestasiMiras

Sunday, 28 February 2021 | 13:14 WIB Last Updated 2021-02-28T06:14:38Z


Cianjur, journalnews.co.id - Presiden Joko Widodo membuka izin investasi usaha miras Kamis (25/2). Ketentuan itu tertuang di Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal yang diteken kepala negara pada 2 Februari 2021. Aturan itu merupakan turunan dari Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. 

“Persyaratan, untuk penanaman modal baru dapat dilakukan pada provinsi Bali, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Papua dengan memperhatikan budaya dan kearifan setempat,” tulis lampiran III perpres tersebut.

Pemerintah mengatur ada empat klasifikasi miras yang masuk dalam daftar bidang usaha dengan persyaratan tertentu, yaitu industri minuman keras mengandung alkohol, minuman keras mengandung alkohol berbahan anggur, perdagangan eceran minuman keras dan beralkohol, serta perdagangan eceran kaki lima minuman keras atau beralkohol.

Menanggapi hal tersebut, sejumlah pihak, para ulama, termasuk Majelis Ulama Indonesia (MUI), tidak menyetujui Perpres tersebut. bahkan warga net ramai membincangkan hal itu. Tagar #TolakInvestasiMiras menjadi trending topik di twiter, sabtu (27/02).

“Nabi SAW sudah peringatkan; Allah Laknat Khamar serta peminumnya, penuangnya, penjualnya, pembelinya, pemerasanya, yang minta diperaskan, pembawanya dan yang minta dibawakan (HR. Abu Daud). Semua yang berperan atas beredarnya Khamar dapat laknat Allah,” tulis akun @abdulahhaidir1 di laman twiternya.

Bahkan ada  beberapa komentar yang lucu dari warga net. “Teriak Pancasila, tapi melegalkan miras? Sila 1. udah pasti bertentangan, sila 2 gimana mabok bs adil&pny adab, sila 3 sejak kapan miras hadirkan persatuan sila 4 mabok di ajak musyawarah emg bs?, sila 5 masa pegang botol bicara keadilan,” tulis akun @abNORmal2051n33.

Wakil Presiden (Wapres) Indonesia, Kiai Ma’ruf Amin menjadi sorotan di Twitter terkait hastag #TolakInvestasiMiras. Sebagian warganet mengharap tindak tegas dari Wapres untuk menindaklanjuti izin minuman keras di Indonesia. 

“Pak Wapres Dimana...? Ee.... Pak Yai Dimana....?,” tulis akun @MasBRO__.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera Hidayat Nur Wahid juga angkat bicara. “Terkait Perpres No. 10/2021 ttg investasi miras, MRP(Majlis Rakyat Papua) tolak investasi miras di Papua. Gub Papua juga nyatakan di Papua ada Perda larangan minuman keras unt lindungi Rakyat,baiknya presiden @jokowi cabut Perpres Investasi miras yg bermasalah itu,” tulis Hidayat Nurwahid dalam akun twiternya, Jum’at (26/02).

Amin Ak, Anggota Komisi VI DPR RI yang membidangi komisi Investasi dari Fraksi PKS juga menolak keras izin investasi minuman keras. Ia mengatakan, berkembangnya industri miras menjadi ancaman bagi bangsa, terutama generasi masa depan bangsa ini. “Ini apa-apaan ? kita memang butuh Investasi, tapi jangan asal investasi sehingga membahayakan masa depan bangsa ini,” kata amin lewat keterangan resminya Jum’at (26/2).

Sedangkan Ketua DPP PKB Faisol Riza menilai aturan itu sudah sesuai dengan kearifan lokal. “Perpres ini sudah sesuai dengan kearifan lokal dan dukungan investasi pemerintah pusat kepada masyarakat di daerah” kata Faisol, sabtu (27/2) seperti dikutif dari laman gelora.co. (Yadi Orbit)

No comments:

Post a Comment

Halaman Facebook

×
Berita Terbaru Update