-->

Notification

×

Keukeuh Tagih Nasabah 190 Juta, Asia Finance Duga Mobil Lebih Berharga Daripada Nyawa

Wednesday, 3 February 2021 | 08:19 WIB Last Updated 2021-02-03T01:19:27Z


Sidang Ke 3 BPSK (Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen) Jl Siliwangi, Tasikmalaya (02/02) Siang.


Tasikmalaya, journalnews.co.id - Dalam persidangan ketiga antara sengketa konsumen Teti Ruhayati dan PT Artha Asia Finance, Aam putra dari Teti menyesalkan tingkah Asia Finance yang mengambil paksa 1 unit Truck atas nama ibunya, padahal sisa angsuran tinggal 11 kali lagi.


Foto: Aam Permana, putra nasabah Teti Ruhayati yang sakit stroke dan lumpuh


"Memang saya mengalami keterlambatan, namun saya memprioritaskan untuk biaya pengobatan ibu saya yang sakit stroke dan lumpuh, daripada untuk angsuran ke Asia Finance" ungkap Aam.

"Lebih disayangkan lagi, istri saya yang sedang dalam keadaan hamil, mendengar kejadian ini menjadi beban pikiran sehingga mengalami keguguran" Curhat Aam sambil memperlihatkan bukti rongten.


Foto: Hasil Rontgen yang memperlihatkan janin yang keguguran akibat ibu bayi mengalami stres karena beban pikiran


Yuki Marbawi, S.HI, pengacara Teti Ruhayati, menyesalkan perusahaan leasing tersebut terus meminta pelunasan kepada nasabah 190 juta.
Itu sudah termasuk total denda, pinalti, dan biaya penarikan oleh DC sebesar 30 juta, yang di bebankan kepada nasabah.

Mantan Area Manager Asia Finance, yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan sejak menjadi anak perusahaan Hitachi Capital, Asia Finance menerapkan management kaku, tidak percaya kepada bawahan tetapi tidak berani turun langsung ke lapangan "Direktur jelas kaku, seperti kanebo kering, management enggan turun langsung ke lapangan hanya percaya kepada pembisik orang disekitarnya yang rajin cari muka" tegasnya.


Fotto: Perwakilan Asia Finance, Legal (kiri) dan Head Coll Kantor Cabang (kanan duduk) dalam ruang majelis BPSK


"Saya sudah lama di leasing, baru kali ini saya melihat kebijakan Direktur sungguh kaku, Dia tidak pantas memimpin sebuah perusahaan yang notabene sebagai pembiayaan keuangan besar, oleh karena itu saya meminta resign" Ungkapnya.

Sistem "Kanebo Kering" terlihat ketika pihak Asia Finance tidak mau diwawancarai media.
Selebihnya Journal news mencoba mengkonfirmasi melalui email kepada direktur dan jajaran management. Malahan Erwan Senjaya selaku GM HRD dan Yudi Wachyudi selaku Assisten GM HRD memblokir kontak WhatsApp wartawan Journal News. (Tiem)

No comments:

Post a Comment

Halaman Facebook

×
Berita Terbaru Update