-->

Notification

×

Raker BASYARNAS MUI Masa Khidmat 2020-2025 Berjalan Sukses dan Penuh Gagasan

Monday, 15 February 2021 | 09:28 WIB Last Updated 2021-02-15T03:33:47Z




Rapat Kerja Basyarnas MUI Berjalan Sukses dan Lancar


Ketua Basyarnas MUI: “Semua agenda Basyarnas MUI baik visi, misi, arah kebijakan, dan sasaran akan mewujud melalui strategi pencapaian yang terarah dan terukur, kembali kepada visi dan misi Basyaranas pastinya.”

 

Jakarta, journalnews.co.id: Basyarnas (Badan Arbitrase Syari'ah Nasional) Majelis Ulama Indonesia (MUI) sukses melaksanakan kegiatan Rapat Kerja (Raker) pada Sabtu-Minggu, 13-14 Februari 2021. Raker pada prinsipnya dilaksanakan secara luring (13/02) yang bertempat di Aula Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Jakarta. Esok harinya, raker dilanjutkan dengan daring dan berjalan dengan sukses. Berbagai rumusan program kerja untuk satu tahun ini telah selesai dirumuskan dan disepakati, besar harapan panitia pelaksana Raker, program-program yang telah direncanakan dapat dilaksanakan dengan baik, selaras dengan rencana. Hal ini seperti yang dikemukakan oleh Ketua panitia pelaksana Raker Basyarnas, Ah. Azharuddin Lathif, M.Ag, MH.



Pada prinsipnya Raker dilaksanakan secara luring (offline) pada Sabtu (13/02) yang bertempat di Aula Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Jakarta. Bagi mereka yang tidak dapat datang ke Jakarta karena masih Pandemi Covid-19 maka Raker dilanjutkan pada Minggu (14/02) 2021 secara daring (online). Berkat dukungan dari beragai pihak, alhamdulillah acara tersebut berjalan dengan lancar dan sukses.” tutur Azharuddin memaparkan.


Hal senada dikemukakan oleh Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA yang juga Panitia Pengarah/ Penasehat Basyarnas-MUI. Dalam sambutannya sekaligus membuka acara, dan memberikan Orientasi Raker Basyarnas, ia menyatakan bahwa persoalan-persoalan dengan muamalah, keuangan syariah, dan produk halal maka muaranya harus di Basyarnas, karenanya perlu orang-orang kuat dan yang bisa dipercaya di lembaga ini. Kalau perlu arbitrase syariah harus menjadi bagian dari sistem hukum nasional itu sendiri, memang kita belum memasukan namun barangkali dalam UU tentang hakim bisa dimasukkan didalamnya. Artinya, maka kekuatan Basyarnas memiliki landasan hukum di peradilan hukum nasional." paparnya menjelaskan. 

 

Hadir pada kesempatan tersebut Ketua Umum Basyarnas MUI Masa Khidmat 2020-2025, Prof. Dr. Zaenal Arifin Hosein. Dalam sambutannya ia menyatakan bahwa Basyarnas MUI akan berusaha menjalankan visi dan misi dari organisasi sebagaimana yang telah diamanatkan oleh kontitusi organisasi. Iapun memaparkan dengan tegas dan jelas terkait visi, misi, sasran, dan startegi pencapaian Basyarnas MUI.



Adapun visi yang dimaksud adalah menjadikan Basyarnas MUI sebagai lembaga penyelesai sengketa non litigasi di bidang Ekonomi Syariah yang Kompeten, Professional, dan amanah. Sedangkan misinya adalah: 1. Menyelesaikan secara adil dan cepat sengketa muamalat /perdata yang timbul dalam bidang perdagangan, keuangan, hukum, industry, jasa dan lain-lain yang diselenggarakanberdasarkan prinsip Syariah; 2. Memberikan pendapat hukum yang mengikat atas permintaan para pihak tanpa ada sengketa mengenai suatu persoalan muamalat/perdata dalam sebuah perjanjian; 3. Melaksanakan Pendidikan, sosialisasi, dan literasi tentang arbitrase Syariah dan alternatif Penyelesaian Sengketa (APS); 4. Bekerjasama dengan para pihak terkait, baik Lembaga negara/ pemerintah atau non negara/pemerintahdalam mewujudkan visi dan misi organisasi.

 

Berikutnya, sasaran utama dari Basyarnas MUI ini adalah: 1.Terwujudnya Basyarnas sebagai organisasi yang terpercaya, berwibawa, dan akuntabel; 2. Terjadinya pembenahan dan penataan manajemen organisasi berdasarkanprinsip good organization governance; 3. Tersedianya system dan manajemen keuangan yang transparan dan akuntabel; 4. Tersedianya buku panduan kinerja Basyarnas dan hukum acara; 5. Terjadinya penigkatan profesionalisme arbiter/meditor Syari’ah; 6. Terjadinya kerjasama dengan berbagai pihak dalam program capacity building; 7. Terselenggaranya pembinaan, pengembangan, dan pengawasan terhadap seluruh kinerja kelembagaan Basyarnas.

 


“Secara keseluruhan, semua agenda besar tersebut baik visi, misi, arah kebijakan, dan sasaran Basyarnas akan mewujud melalui strategi pencapaian yang terarah dan terukur, kembali kepada visi dan misi Basyaranas sendiri pastinya.” Tegas Zaenal Arifin menjelaskan.

 

Iapun menambahkan bahwa ada beberapa strategi capaian yang bisa dilakukan oleh Basyarnas,  diantaranya, 1. Peningkatan Kualitas Pengelolaan; 2. Peningkatan kualitas SDM/Arbiter/Mediator; 3. Peningkatan Proses Pelaksanaan penanganan sengketa bisnis syari’ah yang sederhana, cepat dan murah; 4. Peningkatan kualitas layanan kepada ummat dalam menyelesaikan sengketa bisnis syari’ah; 5. Peningkatan Kerjasama; 6. Peningkatan pembinaan, pengembangan, Pengawasan, dan Pengendalian. (RM)

 

 

No comments:

Post a comment

Halaman Facebook

×
Berita Terbaru Update