-->

Notification

×

Truck Engkeul Bermutan Lebih yang di Kendalikan Sopir Anak di Bawah Umur Terperosok Masuk Jurang

Wednesday, 10 February 2021 | 11:57 WIB Last Updated 2021-02-10T05:00:00Z


CIANJUR, Journalnews.co.id - Telah terjadi lakalantas di wilayah perbatasan antara Desa Sukaluyu dan Babakansari, tepatnya di Kampung Pasir Pogor jembatan kelapa cagak, Selasa malam (09/02/21) sekira pukul 22.00 Satu unit mobil truck engkeul dengan nopol F 8106 WH yang bermutan pasir dan di kendalikan oleh sopir atas nama Andri (16) terperosok masuk jurang dengan kedalaman kurang lebih tiga meter.




Kronologis kejadian tersebut, menurut keterangan saksi Tablo (39) ketika di wawancara awak media journal news, "Awalnya saya lagi ngeronda di lokasi pos tiba-tiba saya mendengar suara benturan keras di lokasi jembatan alternatif antara batas Desa Sukaluyu dan babakansari, sayapun bersama teman-teman yang lagi ngeronda segera mengecek ke lokasi,ternyata memang betul ada mobil truck engkeul bermuatan pasir yang terperosok ke jurang dengan kedalaman tiga meter dan sayapun langsung membantu untuk memberikan pertolongan,ternyata sopirnya masih kecil atau di bawah umur dan alhamdulillah tidak ada korban baik sopir dan kendeknya." Ucapnya.







Teman sopir yang enggan disebutkan namanya, ketika di kompirmasi tadi pagi (10/02/21) sekira pukul 08.30 Wib menyampaikan kepada awak media," dari kemaren mobil engkeul ini narik pasir dari galian C Kampung Picung untuk di antar ke kampung pasir anta, bahkan sudah dua rit atau dua balikan ngantar pasir, mungkin nasib naas yang terjadi pada ritan ke tiga mobil truck engkeul tersebut di bawa atau di kendalikan oleh Andri (16) anaknya dan di dampingi Pandi (Bapa sopir) karena mobil truck engkeul tersebut muatannya lebih dari batas kekuatan, Andri (16) sempat bertanya ke Pandi (bapaknya) kuat naik ga pa ?... jawab bapaknya "coba aja, ketika di coba ternyata mobil ga kuat dan akhirnya terperosok masuk jurang. Evakuasi pengangkatan mobil truck engkeul tersebut masih terus di lakukan. Menurut pendapat kami, dengan usia enam belas Tahun harusnya anak tersebut masih menjalankan pendidikan di sekolah, bukan untuk di jadikan cadangan sopir atau jadi sopir karena usianya pun belum pas untuk mengendalikan alat berat tersebut." Pungkasnya. (H. Asep MR)

No comments:

Post a Comment

Halaman Facebook

×
Berita Terbaru Update