-->

Notification

×

BABAK BARU PROSES HUKUM BAGI PELAKU KEJAHATAN ANAK DI KABUPATEN KUNINGAN

Sunday, 21 March 2021 | 23:38 WIB Last Updated 2021-03-21T16:47:04Z


Gambar: Puluhan masa aksi penuntut keadilan bagi korban kekerasan dan pencabulan anak di depan Pengadilan Negeri Kabupaten Kuningan. 

BABAK BARU PROSES HUKUM BAGI PELAKU KEJAHATAN ANAK DI KABUPATEN KUNINGAN 


Journalnews.co.id/ Kuningan: Penantian panjang pengungkapan dugaan kasus pencabulan terhadap anak dibawah umur sebagai korbanya (DA) 6,5 tahun  dan adaiknya (SA) 3 tahun di Gang Ciasem Jalan Siliwangi kota kuningan Jawa Barat sudah masuk babak baru selanjutnya tinggal menunggu hasil putusan praperadilan terhadap pelaku (AZ) 56 tahun yang sudah di tetapkan status tersangka oleh pihak kepolisian dalam hal ini Unit PPA Satreskrim Polres kuningan tiga pekan yang lalu.


Kasus ini telah mecuri perhatian berbagai pihak dan kalangan tak terkecuali Bupati kabupaten kuningan H.Acep Purnama SH.,MH. turun tangan dan sempat terlibat dalam pembahasan perkara ini bersama jajaran penyidik PPA Satreskrim Polres Kuningan,Peksos dari dinas Sosial kabupaten kuningan dan dekan dari UNIKU dua pekan yang lalu di ruang kerjanya.


Dugaan kasus pencabulan pada korban anak dibawah umur ini menggegerkan publik kuningan, sehingga mengundang simpati berbagai pihak para aktivis pegiat anak juga pegiat perempuan dan lintas aktivis dikabupaten Kuningan,bandung dan wilayah jawa barat lainya hingga menyuarakan menuntut keadilan bagi korban anak dibawah umur ini yang diduga berlarut-larut, maka begitu mendengar kabar ada proses Preperadilan terhadap pelaku (AZ) 56 tahun masa merasa geram dan mendatangi pengadilan Negeri kuningan semenjak Praperadilan ini digelar 8 Maret 2021 yang lalu. 


Puluhan peserta pada aksi masa gabungan dari berbagai elemen masyarakat ini menyambangi kantor Pengadilan Negeri Kuningan pada saat agenda praperadilan dalaksanakan, Koordinator aksi Enang Junari 57 tahun menjelaskan perihal tujuan aksinya ini pada Jurnal News melalui sambungan telepon. 


"Bahwasanya aksi ini kami lakukan semata-mata untuk menuntut keadilan juga mendorong proses hukum bagi tersangka pelaku pencabulan anak ini agar dihukum yang setimpal, terlebih diduga pelaku melanggar Pasal 82 Undang-undang nomor 17 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak , dengan ancaman pidana 15 tahun penjara dan ditanbah 1/3 dari ancaman pidana." tutur Enang dengan nada lugas dan tegas.


Selain itu Enang menjelaskan kasus pencabulan anak dibawah umur ini jelas dan akan menimbulkan rasa ketakutan bagi anak-anak di kuningan juga para kaum ibu-ibu yang merasa sangat was-was dan hawatir  anak-anaknya menjadi korban berikutnya sebagai target kejahatan pada anak-anak,sehingga kasus ini harus segera dituntaskan dan ada kejelasan proses hukumnya sekaligus harus menimbulkan efek jera bagi para predator anak, selain itu imbuh Enang jika memungkinkan tersangka pelaku pencabulan anak ini sudah selayaknya dihukum suntik kebiri sebagaimana implementasi dari (PP) Peraturan pemerintah nomor 70 tahun 2020 sebagai hukuman tambahan, karena sudah jelas bahwa pelaku masuk dalam ategori orang dekat korban. 


Selain itu Jurnal News juga meminta keterangan kepada Kasatreskrim Polres kuningan melalui sambungan seluler AKP Danu Raditya Atmaja S.E.,S.I.K,M.H, membenarkan bahwa proses praperadilan ini masih berjalan dan menghadirkan saksi juga saksi ahli hingga hari ini 17 Maret 2021, dan segera mengumumkanya kepada masyarakat terutama kepada keluarga korban sekaligus pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat kuningan untuk terus memantau berjalanya proses ini semoga hari selasa pekan depan proses praperadilan ini sudah ada putusan guna kelanjutan proses hukum selanjutnya.


"Proses praperadilan ini masih berjalan dan menghadirkan saksi juga saksi ahli hingga hari ini 17 Maret 2021, dan segera mengumumkanya kepada masyarakat terutama kepada keluarga korban sekaligus pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat kuningan untuk terus memantau berjalanya proses ini semoga hari selasa pekan depan proses praperadilan ini sudah ada putusan guna kelanjutan proses hukum selanjutnya." pungkas Danu. (Enggang Simpaty)

No comments:

Post a comment

Halaman Facebook

×
Berita Terbaru Update