-->

Notification

×

Indonesia Dipaksa Mundur dari Turnamen All England

Saturday, 20 March 2021 | 19:57 WIB Last Updated 2021-03-20T12:57:44Z



Indonesia Dipaksa Mundur dari Turnamen All England


Birmingham// journalnews.co.id: All England menjadi Perhelatan bulu tangkis yang dinanti oleh seluruh atlet badminton diseluruh belahan dunia. Sebagai pertandingan tertua di dunia tentunya gelaran All England memiliki magnet tersendiri bagi para atlet. 


Indonesia tiba di birmingham, Inggris pada ( 13/3 ), sesuai dengan schedule time yang dibuat oleh Badminton World Federation ( BWF ) dalam action plan mereka. Sebelum berangkat seluruh atlet Indonesia telah menjalani tes pemeriksaan Covid - 19 berikut hasil yang telah dikirim pula, bahkan tes yang dijalani sebelum berangkat menuju gelaran All England dilakukan sebanyak dua kali.


Setibanya di birmingham tim Indonesia kembali menjalani tes dan isolasi di hotel, hingga hasil tes keluar dan dinyatakan negatif. 


Dengan hasil tersebut, Tim Indonesia mulai menjajal lapangan dan berlatih pada ( 15/3 ) bersama dengan negara peserta lainnya namun berbeda lapangan dalam satu tempat. 


Pada selasa ( 16/3 ) terdengar kabar bahwa ada kasus positif covid dari kubu denmark, India, dan Thailand. Sehingga membuat manager meeting ditunda keesokan harinya dan pengunduran  jadwal babak pertama hingga pukul 14.00 waktu setempat.


Hingga keadaan tersebut beredar, tim Indonesia belum mengalami kendala apapun lantaran hasil tes menunjukkan negatif. 


Rabu Kelam

Pada selasa malam waktu setempat, beredar kabar bahwa hasil tes ulang pada orang - orang yang positif di negara tersebut, hasilnya keluar dan menunjukkan negatif. Manager meeting di hari rabu ( 17/3 ) kemudian memastikan hasil negatif dan turnamen bisa dimulai.


Tim Indonesia the Minnions, the dadies, dan Jojo sudah berlaga pada babak pertama dan mengantongi kemenangan. Ketiga Wakil Indonesia tersebut lolos ke babak kedua. 


Belum lagi, ditambah Greysia/Appriyani menang WO. Empat Wakil Telah lolos ke babak kedua. 


Namun tak lama setelah kemenangan Ahsan/Hendra berhembus kabar mengejutkan. Sebanyak 20 dari 24 orang rombongan Indonesia mendapat email dari National Health Service ( NHS ) menyatakan kewajiban isolasi selama 10 hari. Mohammad Ahsan menjadi satu - satunya pemain yang tidak menerima email kewajiban isolasi, sedangkan tiga lainnya adalah Irwansyah ( Asisten Pelatih ), Iwan Hermawan ( Kasubid Sport Science ), dan Gilang ( Masseur ). 



Email tersebut muncul lantaran mayoritas rombongan Indonesia dianggap "close contact" lantaran berada dalam penerbangan yang sama pada penumpang positif covid - 19 dari Istanbul ke Birmingham. Ketiadaan email terhadap empat orang tersebut juga menimbulkan pertanyaan karena tempat duduk yang saling berdekatan diantara anggota rombongan yang lainnya.

 

Manajer dan Kabid Binpres PBSI, Ricky Soebagja dan Reony Mainakki melayangkan protes ditempat dan meminta untuk di tes ulang. Namun tidak digubris. 

Skuad Garuda diwajibkan untuk pulang ke hotel dan menjalani isolasi mandiri selama 10 hari. Dengan adanya kewajiban tersebut, skuad Indonesia dipaksa mundur dari gelaran All England. 


Anthony Ginting, Fajar Alfian/ M. Rian Ardianto, dan Praven Jordan/Melati Daeva Oktavianti yang belum bertanding dibabak pertama dinyatakan walkover. Begitu pun ke empat wakil yang sudah lolos babak kedua. 


Setelah tersiar kabar tersebut, protes bermunculan dari Indonesia. Ketua Umum PBSI Agung Firman, Menpora Zainuddin Amali, Sampai Presiden Joko Widodo menyuarakan kekecewaan terhadap perlakuan yang diterima tim Indonesia di gelaran All England. (Reporter: Husni AB)


No comments:

Post a comment

Halaman Facebook

×
Berita Terbaru Update