-->

Notification

×

Kondisi Jembatan Parung Bedil Mengerikan, Karena Pemda Abai Perawatan

Tuesday, 9 March 2021 | 14:16 WIB Last Updated 2021-03-09T07:21:13Z

 



Kondisi Jembatan Parung Bedil Mengerikan, Karena Pemda Abai Perawatan

 

Cianjur,  journalnews.co.id -  Tuanya usia jembatan, sebabkan material penghubung transportasi tersebut  termakan usia. Jembatan parung bedil yang menghubungkan antara desa Sukamulya dan desa Tanjungsari kecamatan sukaluyu kabupaten cianjur (09/03/21) sangatlah butuh perhatian dari pihak dinas dan pemerintahan baik dari pemerintah kabupaten ataupun dari pihak pemerintah provinsi.

 

Harapan Zaenal (45) selaku warga yang syarat dengan jiwa sosial dan kerap mencermati kondisi jembatan dari waktu ke waktu, berkesimpulan bahwa jembatan tersebut sudah sepantasnya dibangun (recovery) dan diperlebar dengan lebih maksimal,selain sempit jembatan tersebut sudah keropos akibat termakan usia dan juga pondasinya menggantung dengan kedalaman kurang lebih 8 meter.





"Maka dari itu saya memohon kepada pihak pemerintah baik dari kabupaten ataupun dari provinsi agar segera untuk menindaklanjuti atas kondisi jembatan yang berada di kampung Parung Bedil, kami atas nama warga masyarakat sangat khawatir dengan kondisi jembatan saat ini,bahkan usulan dan pengajuan pun sudah beberapa kali dilayangkan tapi sampai saat ini hanya menunggu dan menunggu,kami warga masyarakat butuh bukti bukan janji"Ungkap Zenal menyesalkan.


Hal senada dikemukakan oleh Uzie (27) salahsatu tokoh pemuda Sukaluyu. Ia sangat menyesalkan ketidakpedulian Pemda dalam hal perawatan fasiltas umum milik publik tersebut. 


"Jangan menunggu ada kejadian kecelakaan yang memakan korban dulu lalu bergerak. Harus dari sekarang Pemda ataupun pihak terkait membangun ulang/ merenovasi jembatan tersebut." tutur Jajang menegaskan. 

 

Hampir di setiap hari warga masyarakat, baik dari Karang Taruna dan juga ormas PP (Pemuda Pancasila) yang selalu melakukan kegiatan sosial untuk mengatur lalulintas guna untuk kelancaran dan keselamatan  para pengendara  baik roda empat maupun roda dua yang selalu melewati jembatan parung bedil.


"Bahkan selain mengatur kendaraan untuk perawatan jalanpun dilakukan dengan cara sosial dan menggunakan dana dari sopir-sopir yang ngasih (Ngencleng) meskipun ada yang ngasih ada yang tidak. Pendapatan hasil dari kendaraan tersebut secara continue di belanjakan batu split dan pasir untuk menutupi jalan yang berlubang di atas jembatan tersebut"Pungkasnya warga kepada awak media (H.Asep MR)

No comments:

Post a comment

Halaman Facebook

×
Berita Terbaru Update