-->

Notification

×

Larangan Mudik 2021, Begini Kata Pemerintah

Wednesday, 31 March 2021 | 18:13 WIB Last Updated 2021-03-31T11:13:08Z


Larangan Mudik 2021, Begini Kata Pemerintah


Jakarta/ journalnews.co.id: Mudik biasanya menjadi tradisi rutinan masyarakat indonesia menjelang liburan atau lebaran. Banyak berbondong - bondong masyarakat yang mengadu nasib dikota - kota besar ihtiar untuk mencari kehidupan, ketika liburan panjang atau libur lebaran menjadi momen yang ditunggu - tunggu. 


Pulang kampung atau mudik menjadi sesuatu yang dinanti para kaum urban. Melepas rindu bertemu sanak family dikampung, atau sekedar merefresh pikiran ditengah penatnya tuntutan pekerjaan dan hiruk pikuk kehidupan dikota besar. Mudik menjadi pilihan. 


Suasana kampung yang asri dianggap mampu menenangkan menenangkan fikiran, selain itu pun, tentunya dekat dengan keluarga dikampung sekitar. 


Pada lebaran tahun 2021 ini pun, nampaknya momentum mudik kembali harus ditunda oleh para perantau. Pasalnya tahun ini pun pemerintah resmi mengeluarkan kebijakan larangan untuk mudik.




Pemerintah resmi melarang mudik Lebaran 2021 yang akan berlaku pada 6 Mei 2021 hingga 17 Mei 2021. Larangan mudik ini adalah kali kedua setelah terjadi pada Lebaran 2020. Hal tersebut dilakukan pemerintah untuk meminimalisir penularan Covid-19. 


Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyebutkan, langkah pemerintah melarang mudik Lebaran 2021 ditempuh melalui sejumlah pertimbangan.


Ia mengatakan, keputusan ini diambil demi mencegah meluasnya penularan virus corona.


"Setelah mempertimbangkan semua faktor risiko jangka panjang, pemerintah harus mengambil keputusan tegas demi kebaikan bersama," kata Wiku dalam konferensi pers yang ditayangkan YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (30/3/2021).


Menurut Wiku, tidak mudah bagi pemerintah melarang mudik Lebaran. Apalagi, kebijakan ini sudah diberlakukan pada Lebaran tahun lalu.


Namun, berdasarkan pengalaman, libur panjang terbukti dapat meningkatkan kasus Covid-19. Kenaikan kasus tersebut berimplikasi langsung pada ketersediaan tempat tidur di fasilitas kesehatan, bahkan kenaikan angka kematian. (Husni AB)

No comments:

Post a comment

Halaman Facebook

×
Berita Terbaru Update