-->

Notification

×

Memahami Muhammad dan Ahmad dalam Al-Qur'an

Thursday, 11 March 2021 | 12:25 WIB Last Updated 2021-03-11T05:25:24Z

 



BANDUNG, JournalNews.co.id: ALLAH Subhanahu wata’ala telah berfirman dalam surat Al-Baqarah, 2: 151, : “Sebagaimana Kami telah mengutus kepadamu seorang Rasul (Muhammad) dari (kalangan) kamu yang membacakan ayat-ayat Kami, menyucikan kamu, dan mengajarkan kepadamu Kitab Al-Qur’an dan hikmah (Sunnah), serta mengajarkan apa yang belum kamu ketahui.”

Juga dalam surat At-Taubah, 9: 128, : “Sungguh, telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaan yang kamu alami, (dia) sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, penyantun dan penyayang terhadap orang-orang yang beriman.”

Allah telah menentukan beliau dengan beberapa keistimewaan yang besar yang meistimewakan beliau dari seluruh Nabi-nabi dan Rasul-rasul, yaitu bahwa beliau ditentukan menjadi penutup jabatan kenabian dan kerasulan, tidak akan ada lagi Nabi dan Rasul sesudah beliau. Siapa saja yang mendakwahkan Nabi atau Rasul sesudah beliau adalah pembohong yang akan dituntut oleh Allah, Malaikat dan manusia seluruhnya.

Rasulullah Saw. telah bersabda, : “Aku penutup para nabi. Tidak ada nabi lagi sesudah aku.” (HR. Ahmad & Al-Hakim).

Sebagai Rasul atau Nabi penutup harus diartikan dan difahami, bahwa ialah manusia yang terakhir sebagai penghubung antara Allah Al-Khaliq (Pencipta) dengan makhluk-makhluk-Nya (manusia). Mencintainya berarti mencintai Yang Mengutusnya (Allah), menyenanginya berarti senang terhadap Yang Memilih dan Yang Menetapkannya sebagai Rasul. Dan membencinya, atau menantangnya berarti membenci dan menantang terhadap Allah yang mengutusnya. Apalagi ia diutus untuk manusia seluruh alam, sedang Nabi-nabi dan Rasul-rasul sebelum beliau diutus hanya untuk bangsa dan golongannya saja.

Allah Subhanahu wata’ala telah berfirman dalam surat Al-A’râf, 7: 158, : “Katakanlah (Muhammad), “Wahai manusia! Sesungguhnya aku ini utusan Allah bagi kamu seluruhnya …”. Dalam surat Saba’, 34: 28, : “Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad), melainkan kepada semua umat manusia sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.”

Rasulullah Saw telah bersabda, : “Nabi sebelumku diutus khusus untuk kaumnya, tetapi aku diutus untuk manusia seluruhnya.”

Sudah menjadi kebiasaan bangsa Arab memberikan berbagai nama atau julukan kepada pembesar-pembesar atau pemimpin-pemimpin yang mereka cintai atau hormati di samping nama aslinya. Semakin banyak nama yang diberikan itu adalah sebagai tanda semakin hormàt dan cinta mereka terhadap orang yang diberi nama itu.

Nama asli Rasulullah ialah nama yang diberikan oleh nenek beliau Abdul Muthalib setelah ia baru saja dilahirkan, yaitu nama “MUHAMMAD”. Sedangkan di dalam kitab-kitab Suci yang diturunkan Allah sebelumnya ialah “AHMAD”. Dan 2 nama ini dikuatkan oleh Allah dalam Al-Qur’an, yaitu nama Ahmad dan Muhammad. Lain-lain sebutan atau gelar terambil dari sifat-sifat beliau dan juga disebutkan di dalam Al-Qur’an, yaitu sebutan nama-nama :

Al-Amin , artinya : Yang dipercayai. Al-Basyir , artinya : Yang membawa khabar gembira. An-Nazhir , artinya : Yang membawa khabar yang menakutkan. Al-Muqaffa , artinya : Yang diikuti. Hasyir ul-Aqwam , artinya : Pemersatu antara golongan-golongan. ‘Aqib ur-Rusul , artinya : Yang menyudahi Rasul-rasul. Khatim ul-Anbiya‘, artinya : Penutup Nabi-nabi. Al-Mutawakkil , artinya : Yang berserah diri kepada Tuhan. Al-Mubasysyir , artinya : Yang menggembirakan. Asy-Syahid , artinya: Saksi. Adh-Dhahuuk , artinya Yang sering ketawa. As-Siraj , artinya : Lampu. Al-Munir , artinya : Yang bersinar. Al-Mursal, artinya : Yang diutus. Al-Ummy , artinya: Yang tak pandai baca dan tulis. Fatih ul-Abwab , artinya : Pembuka pintu-pintu. Nabiy ul-Laah , artinya : Nabi Allah. Nabiy ur-Rahmah , artinya : Nabi Rahmat. Nabiy ul Malhamah, artinya : Nabi di Medan Perang. Nabiy ut-Taubah, artinya : Nabi Taubah. Qatsam ul-Khair atinya : Pemberi (suka memberi). Muhiy ul-Kufr , artinya : Yang melenyapkan kekafiran.

Menurut beberapa hadits yang bersifat lemah dan atsar, keterangan-keterangan para sahabat, kurang lebih sebanyak 110 nama Nabi Muhammad Saw.

Nabi Muhammad Saw telah bersabda, : “Aku Muhammad dan Ahmad (terpuji), yang dihormati, yang menghimpun manusia, nabi (penyeru) taubat, dan nabi (penyebar) rahmat”. (HR. Muslim). Wallahu A’lam bish - Shawabi.

Drs.H.Karsidi Diningrat M.Ag

* Dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN SGD Bandung.
* Anggota PB Al Washliyah Jakarta
* Mantan Ketua PW Al Washliyah Jawa Barat.

 

No comments:

Post a comment

Halaman Facebook

×
Berita Terbaru Update