-->

Notification

×

Awas, Ada Penipuan Online Mengklaim Nama Shopee

Thursday, 29 April 2021 | 19:32 WIB Last Updated 2021-04-29T12:32:05Z
Gambar: Ilustrasi penipuan online.


Cianjur, journalnews.co.id - Belakangan ini banyak kasus penipuan melalui pesan seluler (sms) dan online dengan motif mengatasnamakan sebuah marketplace. Salah satu nama marketplace yang banyak dicatut oknum dalam penipuan tersebut adalah marketplace Shopee.

Penipuan ini biasanya disebar melalui beragam aplikasi seluler mulai dari telepon, SMS, WhatsApp (wa), email, atau link dari pihak yang mengaku sebagai pegawai marketplace tertentu.

Hal tersebut dialami oleh Bubun (52) salahsatu masyarakat Kampung Sadamaya RT 03/07 Desa Cikancana, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur.

Penipuan melalui sms dan wa

Sebelumnya, Bubun menerima pemberitahuan melalui sms bahwasanya Ia mendapatkan hadiah undian sebesar Rp.175 juta. Mulanya Ia tidak mempercayai undian tersebut, akan tetapi ketika pelaku menunjukan gambar cek fiktif serta surat fiktif kepolisian RI dan Bank Indonesia akhirnya pria yang berprofesi sebagai pedagang ini pun terbujuk dan mulai menjawab pesan dari oknum tersebut. Setelah itu percakapan dialihkan dari sms ke no wa yang dikirim oleh oknum tersebut.
Gambar: Surat fiktif yang digunakan pelaku untuk mengelabui korban.

Gambar: No wa yang digunakan pelaku saat meminta biaya administrasi.

Dalam percakapan selanjutnya, Bubun diminta biaya administrasi sebesar Rp.250.000,- ke sebuah rekening atas nama Irwansyah. Karena oknum tersebut cukup meyakinkan dalam bertutur kata, akhirnya Bubun selaku korban pun mengirimkan biaya administrasi.
Gambar: Bukti transfer.

Tak lama berselang, korban dimintai biaya administrasi selanjutnya sebesar Rp.4.000.000,- (empat juta rupiah), namun kali ini korban pun menyadari adanya suatu kejanggalan dan pada akhirnya ia pun memutuskan untuk mengakhiri percakapan tersebut.

Korban Belum Melakukan Laporan

Meski Korban menyadari sudah ditipu oleh oknum tak bertanggung jawab, saat ini ia belum melakukan pelaporan dan aduan ke pihak terkait, hal ini dikarenakan ia belum sempat melakukan hal tersebut Kerena kesibukan mencari nafkah dengan cara berjualan guna menyambung hidup. Namun, ia menuturkan akan melaporkan kejadian yang menimpanya ketika sudah memiliki waktu luang. Atas kejadian yang menimpa dirinya, ia pun berharap korban dapat dengan segera diamankan sebelum ada korban yang lebih banyak.

Tips menghindari penipuan online

Dengan harapan tidak bertambah lagi jumlah korban yang terjerat tipuan yang sama, korban memberikan tips untuk menghindari penipuan melalui media online, korban memberikan sejumlah tips berdasarkan pengalaman pribadinya.

1. Jangan mudah percaya

Jangan mudah percaya terhadap nomor yang tidak dikenal. Penting unntuk terlebih dahulu menyelidiki kebenaran identitas penelepon. Apalagi ketika penelepon melakukan panggilan menggunakan nomor-nomor asing.

2. Jangan berikan password/kode verifikasi (OTP) kepada siapa pun

Jangan meng-klik link yang tidak jelas asal-usulnya. Apabila ada yang telepon dan meminta kode verifikasi, jangan berikan karena akun dikhawatirkan akan dibobol.

3. Hubungi Bank dan pihak kepolisian

Kalau kamu sudah terlanjur memberikan data pribadi atau mentransfer uang, hubungi bank untuk melakukan pemblokiran. Selanjutnya, bisa melapor ke polisi untuk melacak si penipuan. (Ben)

No comments:

Post a comment

Halaman Facebook

×
Berita Terbaru Update