-->

Notification

×

Diduga Akibat Kelalaian PLN Seorang Anak Tersengat Kabel Listrik

Tuesday, 6 April 2021 | 18:14 WIB Last Updated 2021-04-06T11:55:09Z


Gambar: Salahsatu petugas PLN  Wilayah Mande. 

CIANJUR, journalnews.co.id - Diduga akibat kelalaian pihak perusahan listrik PLN Cabang Mande, seorang bocah bernama Riki septiana (10) berjenis kelamin laki - laki asal Kampung Kebon Jati Rt 04/02 Bukit Pahlawan Desa Ciranjang Kecamatan Ciranjang Kabupaten Cianjur Jawa Barat.(06/04) 


Riki septiana harus meregang nyawa, akibat sengatan listrik, karena kabel saluran PLN terlepas dari tiangnya hingga menyentuh tanah.



Kejadian terlepasnya kabel dari tiang beton, diakibatkan angin, di TPU Kampung Bukit Pahlawan Rt 02 Desa Ciranjang, prihal ini langsung di laporkan RW 02 bukit pahlawan ke PLN Cabang Mande (21/12/2020) lalu.



Namun sayang laporan ini di abaikan oleh pihak PLN Cabang Mande, bahkan tidak ada tanggapan sedikitpun.

Ahirnya selang empat bulan berjalan dari laporan warga, kabel tersebut mengakibatkan jatuhnya nyawa salah seorang anak yang bernama Riki Septiana (10).

Riki di larikan ke UPTD Puskesmas rawat inap Ciranjang dengan No. Reg 23/PKM/III/2021.

Sekarang orangtua korban atas nama Riki merasa ada kejanggalan pada saat menerima santunan dari pihak PLN, karena surat yang di tandatangani di atas materai adalah berupa kertas kosong, tidak ada tulisan pernyataanya, Ari selaku perwakilan dari PLN memberi santunan secara di cicil, pertama dua juta rupiah yang kedua berjumlah empat juta rupiah. 


"Ada apa yah maksudnya PLN?. " ungkap salahsatu warga yang tidak ingin disebutkan namanya dengan nada kesal. 

Pihak keluarga masih menunggu kebijakan dari pihak PLN Cabang Mande, namum apabila perihal ini tidak di tanggapi sepenuhnya maka pihaknya akan melaporkan masalah ini kepada kepolisian Polres Cianjur.

"Saya orangtua korban dan Aas selaku bibi korban merasa di bohongi oleh pihak PLN, karena surat pernyataan yang saya tanda tangani adalah berupa kertas kosong yang bermatrai," pungkas orangtua korban yang bernama Yana.

Disisi lain Aas selaku keluarga sependapat dengan yana, karena pada saat itu yang memasangkan matrai adalah saya, pada awalnya kertas kosong tidak ada pernyataan kesepakatan, tapi ketika saya tau bahwa permasalahan ini sudah beres, dan ada pernyataan tertulis yang di kirimkan oleh Bu Gea melalui handphonenya bapak Agus, maka saya terkejut, maka selama ini saya merasa dibohongi dan dirugikan oleh pihak Perusahaan Listrik Negara ( PLN ) Cabang Mande.

Dengan itu saya akan menuntut atas perbuatanya yang telah menghilangkan nyawa ponakan saya Riki Septiana, serta masalah tanda tangan di atas kertas kosong bermatrai," pungkas Aas.(Rafli Hidayat) 

No comments:

Post a comment

Halaman Facebook

×
Berita Terbaru Update