-->

Notification

×

Fenomena Aplikasi TikTok di Masa Pandemi Covid-19

Tuesday, 13 April 2021 | 11:14 WIB Last Updated 2021-04-13T04:29:11Z

 


Gambar: Tiktokers yang kini sedang viral, menambah khasanah aplikasi dunia virtual yang tak berbatas ruang dan waktu.

Fenomena Aplikasi TikTok di Masa Pandemi Covid-19

OPINI,journalnews.co.id: Tak terasa waktu terus  berlalu masa terus bergerak, sudah berbulan-bulan masyarakat di Indonesia harus berdiam di rumah saja karena pandemi yang melanda bangsa. Bukan hal lain lagi, itu terjadi karena aturan pemerintah yang mewajibkan semua orang untuk tetap di rumah dan menjaga jarak. Kondisi tersebut, akhirnya menimbulkan rasa bosan yang besar, terutama bagi para remaja milenial yang tergolong dalam generasi aktif. Bagi milenial, berdiam diri dirumah saja akan menjadi sesuatu hal yang tidak mudah dilakukan bagi mereka. Generasi yang cenderung suka berkelompok, terhubung satu sama lain dan suka bermain dengan teman sebaya ini akan jenuh jika hal yang disukainya itu diambil (Red, 2020). Oleh karena itu, mereka membutuhkan kegiatan yang tetap dapat membuatnya terhubung dengan teman-temannya. Salah satu hal yang dapat membuat generasi milenial terhubung dengan teman yang lainnya adalah media sosial.



Video: Beberapa konten Aplikasi TikTok yang banyak digemari para Perambah dunia Virtual kini. Kreativitas tak berbatas, hobi sekaligus berpotensi menghasilkan pundi-pundi rupiah.

Ya, media sosial menjadi salah satu solusi terkini yang dapat di jangkau oleh para milenial untuk dapat tetap terhubung dengan teman-temannya. Hal itu juga sejalan dengan karakteristik para milenial yang sangat dekat dengan penggunaan teknologi (Wijayanti, 2020). Membahas mengenai media sosial, salah satu media sosial yang sedang menjadi trend saat ini adalah tiktokTiktok kini seakan menjadi aplikasi primadona yang layak  dan wajib diunduh oleh semua orang. Bahkan, menurut survei dari Sensor Tower  yang dilansir dari Okezone.com,  tiktok telah mengalahkan aplikasi besar lainnya seperti facebook dan instagram (Ferdiansyah, 2020). Hasil tersebut terjadi lantaran aplikasi tiktok ini telah diunduh lebih dari 700 juta pengguna pada tahun 2019 dan jumlahnya terus meningkat hingga akhir Mei 2020 (Ferdiasnyash, 2020; Annur, 2020). Akhir-akhir ini, terutama masa pandemi di seluruh penjuru dunia masih terjadi, tiktok sedang di gemari oleh seluruh kalangan. Adanya fenomena tersebut, beberapa pendapat mengenai penggunaan aplikasi tiktok pun bermunculan.



Pendapat mengenai  penggunaan aplikasi tiktok yang pertama muncul dari negara adidaya, yaitu Amerika Serikat. Ya benar, Donald Trump, selaku presiden yang menjabat kala itu mengecam para warganya untuk tidak menggunakan aplikasi tiktok. Pemerintah AS memiliki asumsi bahwa aplikasi tiktok adalah kejahatan siber pemerintah Cina. AS menyebutkan bahwa tiktok adalah aplikasi untuk mengumpulkan data semua orang di berbagai belahan dunia yang akhirnya akan digunakan untuk kepentingan pemerintah Cina (Advertorial, 2020). Asumsi tersebut muncul lantaran tiktok adalah aplikasi yang dimiliki oleh salah satu perusahaan di Cina.  Pertimbangan itu tidak hanya berlaku di negara Amerika Serikat saja, Australia juga sedang mempertimbangkan kebijakan yang sama dengan AS dengan alasan yang sama. Bahkan di negara lain, India, salah satu negara pengguna aplikasi tiktok terbesar di dunia kini telah memberlakukan larangan kepada masyarakatnya untuk menggunakan aplikasi tiktok (Koesno, 2020). Alasan India melarang aplikasi tiktok pun selaras dengan asumsi AS dan Australia, yaitu adanya dugaan pencurian data untuk kepentingan pihak lain .



Gambar: Tiktok berpotensi menjadi pesaing berat bagi aplikasi medsos lainnya.



Meski beberapa negara mulai mempertimbangkan untuk membatasi penggunaan aplikasi tiktok, namun itu tidak berarti semua orang setuju dengan pendapat tersebut. Lihat saja di Indonesia, saat ini penggunaan tiktok masih banyak digemari oleh seluruh masyarakat di balik pro dan kontranya. Berbagai kalangan usia, dari yang muda hingga yang tua pun turut meramaikan penggunaan aplikasi tiktok


Ditambah lagi banyaknya selebgram, aktor dan aktris Indonesia yang juga mengunggah video tiktok mereka ke akun media sosial, semakin membuat tiktok banyak  digemari generasi milenial Indonesia. Hal tersebut akhirnya yang membuat banyak masyarakat tertarik untuk mengunduh dan  menggunakan aplikasi tiktok. Salah satunya adalah artis perempuan Gisella Anastasia, perempuan dengan satu anak ini sering mengunggah video tiktok bersama dengan anaknya (Dinisari, 2020). Video yang di unggahnya pun beragam, mulai dari yang kegiatan aktivitas atau hanya untuk bersenang-senang pun ada. Karena videonya banyak disukai oleh masyarakat Indonesia yang mengikuti akunnya, akhirnya pada tahun 2019 Gisella bersama dengan anaknya di sebut menjadi artis popular tiktok pada waktu itu.


Fenomena tiktok yang banyak digemari masyarakat ini bukanlah sesuatu hal yang aneh. Sebab tiktok dengan berbagai fiturnya memang menawarkan hal yang berbeda dan menarik jika dibandingkan dengan instagram atau facebookInstagram dan facebook dalam postingannya dapat menawarkan banyak hal yang dapat di unggah, seperti foto, status teks atau juga video. Berbeda dengan aplikasi yang satu ini, tiktok hanya dapat mengunggah dalam bentuk format video. Video yang dapat diunggah pun memiliki durasi waktu yang terbatas, yaitu hanya 15 detik atau 60 detik. Hal itulah yang menjadi kelebihan dan daya tarik dari tiktok, sehingga banyak digemari oleh para penggunannya. Selain memberikan perbedaan dari pilihan file yang dapat diunggah, tiktok juga memiliki daya tarik lain, yaitu kreativitas dalam unggahan videonya.

Dalam durasi video yang singkat, yaitu hanya 15 atau  60 detik, penggunannya diajak untuk bisa menggunakan kreativitas mereka. Kreativitas yang dapat dituangkan beragam, mulai dari peralatan yang digunakan, pilihan efek video, atau fitur-fitur lainnya yang tersedia di tiktok. Jadi tiktok bukan hanya sekedar mengunggah video seperti biasa, tapi pengguna tiktok diajak untuk dapat memberikan video yang unik, menarik dan berbeda dengan diiringi beragam soundtrack lagu tiktok.


Tuntutan untuk bisa menggunakan kreativitas, itulah yang memicu aplikasi tiktok ini banyak digemari, terutama generasi milenial. Sebab, selain karakteristik yang aktif, milenial juga memiliki karakteristik yang kreatif dan inovatif. Adanya kesamaan itu, maka mereka, para milenial akan menggunakan berbagai cara dan metode untuk dapat menuangkan ide kreativitasnya dalam membuat konten. Selain itu, keterbatasan waktu yang singkat pada aplikasi tiktok ini juga semakin menantang mereka. Di waktu yang singkat itu, mereka di tantang untuk dapat menyuguhkan konten video yang menarik namun juga dapat membuat para penontonnya terhibur. Hal tersebut juga sesuai dengan karakteristik milenial yang suka dengan tantangan. Oleh karena itu,  banyak hasil menyebutkan bahwa dari sekian pengguna tiktok, generasi milenial paling mendominasi.


Jika awalnya tiktok dikenal dengan unggahan video yang hanya untuk senang-senang atau menghibur, kini berbagai macam ide konten dapat di temukan. Mulai dari konten yang mengedukasi, konten tutorial memasak dan konten yang menghibur atau konten yang lainnya dapat ditemukan di dalamnya. Membahas mengenai salah satu ide konten yang menarik yaitu konten yang mengedukasi, aplikasi yang sebelumnya pernah di blokir oleh Kominfo karena dianggap memberikan dampak buruk pada anak-anak (CNNIndonesia, 2018),  kini aplikasi tiktok justru sering menjadi tempat untuk belajar (Annur, 2020). Banyak dari para pengguna tiktok yang tidak hanya sekedar membagikan postingan yang menyenangkan, tapi mereka juga membagikan beberapa hal yang bermanfaat bagi para penontonnya. Misalnya saja terdapat akun yang membagikan video tutorial memasak, entah memasak yang sederhana hingga berat ada dalam satu akun tersebut. Ada juga akun yang unggahannya adalah memberikan edukasi kepada penonton untuk belajar bahasa jepang. 


Bukan hanya menerangkan bahasa dan artinya saja, tapi pengunggah video juga memberikan kesempatan kepada penonton untuk dapat mengulangi kata-kata yang sudah di ucapkan. Varian lain juga dapat ditemukan di berbagai akun, mulai dari tutorial make up, belajar menari, belajar menghitung dan masih banyak lagi.

Manfaat lain yang dapat ditemukan dari penggunaan aplikasi tiktok adalah dapat dijadikan tempat bisnis (Prima, 2020). Para pengguna tiktok dapat membangun brand image mereka dengan mengunggah video bisnis mereka di tiktokTiktok juga dapat dijadikan media promosi dengan kreativitas yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan bisnis. 


Cara lain yang dapat dilakukan adalah bekerja sama dengan konten creator atau influencer terkenal juga dapat dijadikan salah satu upaya dalam menunjang bisnis. Cara terakhir yang dapat di manfaatkan dengan penggunaan aplikasi tiktok ini adalah menggunakan hastag  yang sedang hangat atau menjadi topik utama. Nah, jadi berdasarkan hal positif yang telah diuraikan diatas, sebenarnya apakah tiktok ini dapat menjadi destinasi aplikasi yang patut di coba oleh kalangan milenial? Atau justru masih sama, memiliki anggapan bahwa tiktok memberikan dampak negatif bagi penggunannya.

Kembali lagi, tiktok hanyalah sebuah platform aplikasi yang dibuat oleh penciptanya. Tujuan dibuatnya pun masyarakat tidak akan mengerti. Jadi, mengenai kontra keamanan dan di nilai buruk sebenarnya Kembali lagi kepada pengguna. Jika pengguna dapat mengontrol diri dalam penggunaan dan menjaga keamanan data yang diberikan, maka sebenarnya aplikasi tiktok masih dapat menjadi destinasi. Karena media sosial atau sebuah platform aplikasi dapat berguna menjadi inspirasi dan tempat untuk menimba ilmu jika pengguna dapat menggunakannya secara tepat dan bijak. Jadi sebagai pengguna, sebagai generasi milenial yang sangat menggemari dan mengikuti perkembangan aplikasi, diharapkan dapat menjadi pengguna yang bijak. (Disarikan dari berbagai sumber)

 

No comments:

Post a comment

Halaman Facebook

×
Berita Terbaru Update