-->

Notification

×

Hari Pertama Puasa Pasar Induk Cianjur (PIC) Sepi Pengunjung

Tuesday, 13 April 2021 | 12:47 WIB Last Updated 2021-04-13T06:01:07Z




Gambar: Suasana PIC lenggang, sepi pengunjung di hari pertama Ramadhan 1442 H. Sebagian kecil pedagang tetap berjualan.


Hari Pertama Puasa Pasar Induk Cianjur ( PIC ) Sepi Pengunjung.

Cianjur, Journalnews.co.id - Dihari pertama puasa Pasar Induk Cianjur sangat sepi pengunjung beda dengan beberapa tahun ke belakang. Hal ini seperti yang dikemukakan oleh beberapa orang pedagang yang biasa mangkal di PIC tersebut. 

Sebut saja salahsatunya Abah ( 50 ) penjual burung di seitaran PIC. Ia menyatakan waktu bulan puasa dua ttahun yang lalu, pengunjung lumayan cukup banyak dibanding puasa yang sekarang akunya. 

"Dua tahun yang lalumah sebelum Corona, Pasar teh lummayan rame. Pengunjung pada datang mekipun bulan puasa. Sekarangmah sepi, otomatis penghasilan pun berkurang. Namun seberapapun rezei ang kita peroleh kita sudah semestiya bersyukur kepada Alloh SWT." tegasnya dengan nada ikhlas. 

Abah menambahkan, mungkin juga di hari pertama puasa ini pengunjung pada capek karena mereka baru satu hari menjalani puasa 13/04/2021 dan butuh istirahat di hari puasa pertama.

"Namun InshaAlloh besok atau lusa pasar akan lebih rame lagi oleh pengunjung, karena semua blok yang lainnya juga pada sepi pembeli. Besok lusa para pedagangpun sudah uulai kembali untuk berjualan lagi. Mereka sekarangmah masih munggahan." pungkas Abah. 





Akibat di bukanya pasar Bojong Meron dan yang berada di Desa Sukamanah jadi pembeli menjadi tebagi - bagi ke tiga pasar tersebut.

Abah meminta kepada pihak pemerintah agar bisa memindahkan pasar seperti Bojong Meron dan yang ada di wilayah Desa Sukamanah dan harus bisa menindak tegas kepada yang berjualan di tempat tersebut dan kembalikan ke Pasar Induk Cianjur ( PIC ) yang sudah di tetapkan oleh pihak pemerintah, pungkasnya.

Nmun sepertinya hal ini sulit, karena jarak PIC yang memang agak dipinggiran pusat kota, sehingga banyak warga beralasan malas datang ke Pasar tersebut. Bahkan ada yang harus tiga kali turun-naik angkot untuk bisa tiba di PIC ini. Hal ini seperti yang dikemukakan oleh Jajang Fauzi, yang juga Pengamat Sosial di Kabupaten Cinjur. 

"Jarak PIC yang jauh dari pusat kota, karena ada di pinggiran, menjadikan warga malas untuk datang ke pasar tersebut. Apalagi para pedagang kecil, mereka akan berhitung dua kali untuuk berlanja di PIC, karena harus tiga kali naik angkot. Untung dari berjualan tak seberapa, habis untuk bayar angkot saja, lebih baik belanja di pasar desa yang dekat dengan rumah." pungkas jajang. (DNS)

No comments:

Post a comment

Halaman Facebook

×
Berita Terbaru Update