-->

Notification

×

Klarifikasi Narasumber Terkait Pemberitaan BPNT Di Desa Tanjungsari Sukaluyu

Monday, 19 April 2021 | 22:19 WIB Last Updated 2021-04-21T04:57:09Z
Gambar : Ilustrasi penyalahgunaan profesi wartawan. 
 

Cianjur, journalnews.co.id - Menyikapi pemberitaan mengenai Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) beberapa waktu lalu di Desa Tanjungsari, sempat ada seorang ibu berinisial RT (50) di Desa Tanjungsari Kecamatan Sukaluyu yang merasa diinterogasi oleh salah seorang oknum wartawan. Karena kondisi ibu tersebut mengalami sedikit gangguan pendengaran (harus bicara sedikit kencang) ini dimanfaatkan oleh oknum wartawan tersebut untuk memelintir pemberitaan sehingga ada penggiringan isu. Namun setelah narasumber ditemui, pihaknya merasa bahwa ada beberapa informasi yang tidak disampaikan oleh wartawan tersebut.(19/04) 


"Terkait berita yang beredar, saya kaget bahwa pemberitaan dan pernyataan saya berbeda. Padahal wkatu itu saya mengatakan ditahap pertama beras, sembako dan daging sudah saya terima, namun untuk tahap kedua di Bulan April baru berasnya saja. Bahkan pihak agen mengatakan kepada saya bahwa saldo untuk pencairan sembako dan daging masih ada utuh di kartunya." ujar RT (50) menerangkan. 


"Saya bertanya kepada agen apakah saldo yang ada di kartu masih bisa dicairkan ?, dari pihak agen menjelaskan bahwa saldo tersebut bisa dicairkan sekalian dengan pencairan selanjutnya." pungkas RT (50) dengan antusias. 


Pada saat Dadan sekalu salahsatu Agen di Desa Tanjungsari ditemui, ternyata fakta yang sebenarnya berbeda dengan pemberitaan yang ditulis oknum wartawan tersebut. 


"Dalam sebuah pemberitaan salahsatu KPM berinisial RT (50) menerima hanya beras saja dua karung, namun setelah saya terjun langsung meninjau ke lapangan ternyata pemberitaan tersebut hanya membagikan informasi secara tidak lengkap." ungkap Dadan menjelaskan. 


"Ibu berinisial RT (50) ini menerima paket lengkap dari mulai beras, sembako dan daging pada bulan Maret lalu. Ditahap pencairan kedua pada bulan April RT (50) mengungkapkan baru mendapatkan beras saja karena datang diakhir pembagian sedangkan stock terbatas. Pihak agen juga sudah menjelaksan kondisinya bahwa untuk sekarang sembako dan daging habis akan harus PO dulu, kemudian dari agen menawarkan untuk melakukan pencairannya dibulan selanjutnya dan ibu berinisial RT (50) menyepakatinya bahkan saldo di kartunyapun masih utuh untuk pencairan di waktu selanjutnya." tambahnya. 


"Untuk sembako dan daging, kan ada batas kadaluarsanya sehingga disesuaikan dengan jumlah data sebelumnya pada Bulan Maret sebanyak 251 KPM, sedangkan di Bulan April KPM meningkat sampai 290 sehingga stoknya kurang dan harus Pre Order (PO) lagi." ujar pria yang akbrab disapa ustadz Dadan ini menerangkan dengan sangat gamblang. 


"Terkait kualitas barang yang diberikan kepada KPM, agen sudah melakukan penyortiran terlebih dahulu sebelumnya agar tidak ada yang jelek. Bahkan sebelum KPM membawa pulang beras, sembako ataupun daging, mereka diminta untuk mengecek terlebih  dahulu agar penerima tau kualitas barangnya bagus, kalau barang kualitasnya kurang bagus bisa diganti dengan yang baru." pungkas Dadan mengakhiri. 


Hingga berita ini dipublikasikan, awak media JN terus berupaya untuk mengkonfirmasi wartawan dan pihak terkait dari pemberitaan tersebut. (RM/Uzie)

No comments:

Post a Comment

Halaman Facebook

×
Berita Terbaru Update