-->

Notification

×

Diduga Korupsi APBD 1,2 Triliun Plt Bupati Cianjur Herman Suherman Dilaporkan ke KPK, Aktivis Geram

Friday, 2 April 2021 | 01:23 WIB Last Updated 2021-04-02T11:59:46Z


Pelaporan Indikasi Korupsi Plt Bupati Cianjur Herman Suherman Rp. 1,2 Triliun ke KPK Wajib Dikawal Semua Pihak, terutama oleh para aktivis dan awak media masa. (Foto: Google)


Cianjur/ journalnews.co.id: Pelaporan Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi RI (GNPKRI) dan Cianjur Research Centre (CRC) kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta terkait dengan dugaan tindak pidana korupsi APBD 2019 oleh Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman, memunculkan ragam komentar dari masyarakat Cianjur, terlebih para aktivis penggiat anti korupsi di Kota Santri ini. 

Foto: Google/ Beritacianjur.com.


Tak tanggung-tanggung, berdasarkan hasil dari Press Konfrence (PK) GNPKRI dan CRC pada Rabu (31/03) kemarin, di sekretariat CRC dikawasan Nagrak Cianjur Kota, Herman Suherman dan beberapa jajaran birokrasi Pemda CIanjur diduga kuat telah menyalahgunakan APBD Cianjur di tahun 2019 sebesar 1,2 triliun lebih. Hal ini jika memang benar, berarti 1/3 dari APBD Cianjur diduga telah disalahgunakan oleh Plt Bupati HS. Adapun total APBD Cianjur pertahun sekitar 3,4 triliun. 


Press Konfrence kemarin menjadi buah bibir publik Cianjur. Hal ini seperti yang dikemukakan oleh Asep Ashari yang juga Jurnalis media berita nasional JN. Ia bersama dua rekan lainnya turut hadir dalam acara PC tersebut. 




"Acara kemarin cukup mendapatkan perhatian serius dari jurnalis dan publik Cianjur,karena isu sentralnya dugaan korupsi Plt Bupati Herman yang terindikasi melakukan korupsi APBD Cianjur tahun 2019. Ketua GNPKRI dan CRC kemarin memaparkan dengan sangat gamblang dugaan korupsi APBD ini, bahkan selain pemaparan lisan,kamipun disodorkan dengan data-data penyelewengan APBD melalui release yang terdiri dari 4 halaman. Jika ini benari ini harus diusut tuntas." tutur Asep menegaskan keseriusannya melawan korupsi di Cianjur. 


Komentar lainpun muncul dari Aktivis Gaek anti korupsi Cianjur, Asep Toha Nanggala atau biasa disapa Kang Asto. Menurutnya, kasus ini menjadi sangat menarik untuk terus diikuti karena terlapornya langsung ke Plt Bupati Herman Suherman. "Pada prinsipnya saya sangat mengapresiasi semangat teman-teman dalam upaya mengawal pemerintahan Cianjur yang bersih. Pelaporan tersebut sebagai bentuk tanggungjawab masyarakat dlm menciptakan pemerintahan bersih dan transparan. Pelaporan ini harus dijadikan sebagai cambuk bahwa masih ada kelompok masyarakat yg peduli terhadap pemerintahan bersih. Yang kacau itu ketika publik abai dan apatis. Maka akan tercipta pemerintahan otoriter dan ini awal kehancuran suatu pemerintahan." ungkap Asto menegaskan.   


Hal senada dikemukakan pula oleh Aktivis Irwan Setiadi, Ketua organisasi Barisan Rakyat untuk Keadilan (Barak) Mada Cianjur. "Kita kawal pelaporan terkait dugaan korupsi yg telah di laporkan ke KPK dan BPK RI, di perkuat dengan aksi gabungan para aktivis dan mahasiswa untuk mengemukakan pendapat di muka umum agar prosea hukum.terus berproses secara alami, tetap semangat dan berjuang demi membasmi para koruptor." tandas Irwan dengan nada meyakinkan. 


Masih dengan nada yang sama, Jajang Fauzi yang juga mahasiswa semester akhir di salahsatu Perguruan Tinggi Negeri di Kota Bandung, yang juga mantan Ketua Himpunan Mahasiswa Tjiandjoer (HIMAT) Cabang Bandung Raya turut berkomentar. "Pelaporan oleh GNPKRI dan CRC harus diusut tuntas, dan dilakukan pengawalan terhadap prosesnya, karena beberapa kasus di Cianjur selalu menguap begitu saja. Harus dikawal dengan baik dan pelaporan dilakukan terus menerus,serta perkembangan pengusutan kasusnya jelas. Jika memang dibutuhkan parlemen jalanan, maka mahasiswa pasti akan turun ke jalan menyuarakan kebenaran melawan koruptor." ungkap Jajang dengan nada penuh semangat. (Red/ AB/RF)



   

No comments:

Post a comment

Halaman Facebook

×
Berita Terbaru Update