-->

Notification

×

Nenek Maesaroh Hidup Susah Pemerintah Acuh dan "Ogah"

Wednesday, 28 April 2021 | 01:06 WIB Last Updated 2021-04-28T04:23:27Z



Gambar: Nenek Maesaroh (64), hidup dalam kekurangan, namun ia tetap bertahan meski harus tinggal di rumah yang sudah tidak layak huni.


Cianjur Selatan, journalnews.co.id: Seorang Janda Renta hidup sendiri dengan  kesehariannya yang hanya mengharapkan belas kasihan dari para tetangga, kondisinya kini sangat mengkhawatirkan.  Beliau adalah Ibu Maesaroh, bertempat tinggal di Kampung Ranca Bango Rt/Rw. 003/001 Desa Sirnagalih Kec Sindang Barang Kab. Cianjur. 


Sudah bebrapa tahun belakangan ini hidup di sebuah gubuk reyot yang sewaktu-waktu bisa roboh hanya oleh tiupan angin saja. Apalagi jika menjelang musim hujan di sertai angin kencang, ibu tersebut tidak  berani untuk tidur di rumahnya.  Nenek Mae lebih memilih untuk mengungsi disebuah mushola depan gubuknya yang  dianggap lebih aman dari terjangan hujan dan angin.


Sangat disayangkan disaat pemerintah pusat tengah giat-giatnya menggelontorkan Dana Desa (DD) yang langsung dialokasikan ke setiap Desa, namun masih saja kita disuguhkan oleh pemandangan-pemandangan kemiskinan dan keterbelakangan, sangatlah miris tentunya. 


Ditambah Program pemerintah lainnya seperti PKH, BPNT, dan BLT justeru sosok ibu ini nyaris luput dari perhatian dan sentuhan program Bansos tersebut. 


"Disaat saya mendapatkan data terkait keadaan ibu ini, saya langsung konfirmasi dengan Kepala Desa setempat. Namun sayang, hanya mendapatkan jawaban yg kurang memuaskan dari pihak desa setempat." tutur Asep Ashari (45) yang merupakan aktivis sosial yang selalu konsen mengadvokasi hak-hak warga sipil, satu diantaranya adalah Nenek Mae.


Ia menambahkan, bahwa dirinya sempat  bertanya langsung kepada Kepala Desa setempat terkait keberadaan ibu renta terebut, apakah Kades mengetahui keadaan ibu ini, kades pun menjawab dengan lugas bahwa  ia mengetahuinya semua bantuan  pemerintah selalu digelontorkan ke Nenek Mae, tutur Kades. 


"Namum sayang terkait pengajuan RUTILAHU sudah diajukan beberapa kali namun belum juga ada realisasi dari pemerintah." tambahnya menegaskan.

 

Hingga dipublikasikannya berita ini di Media Sosial oleh sebuah Akun Facebook bernama Asep Bio memunculkan banyak pertanyaan dari berbagai pihak terkait kepedulian aparat pemerintah Desa hingga Pemerintah Kabupaten Cianjur.


"Dalam tempo dua hari saja, postingan tersebut viral di Media Sosial, memunculkan simpati para Netizen dan menjadikan  beberapa komunitas sosial bersimpati untuk membantu. Antara lain sebuah komunitas sosial yang khusus bergerak di bidang Rutilahu yang tergabung dalam komunitas DRW FOUNDATION CSR RUTILAHU ikut turun tangan dlm proses pembangunan rumah ibu Maesaroh." Tutur Asep Ashari. 


Hingga berita diterbitkan, sudah berjalan empat hari proses pembangunan dan semoga dalam tempo satu minggu ke depan rumah tersebut sudah bisa ditempati oleh ibu Maesaroh, Alhamduliah. (Asep Bio)

No comments:

Post a comment

Halaman Facebook

×
Berita Terbaru Update