-->

Notification

×

Membumikan Cinta dalam Lubuk Jiwa

Friday, 23 April 2021 | 05:35 WIB Last Updated 2021-04-22T22:35:54Z

Penulis: H. Dedi Herdiana, MM adalah Sekjur Prodi. PMI FDK UIN SGD Bandung, Praktisi Hukum dan Media, serta Pemerhati sosial keagamaan.


OPINI, journalnews.co.id: Alloh menitipkan rasa cinta pada makhluk Nya agar dirawat, dipupuk dan diolah secara proporsional agar berdaya guna menopang terwujudnya kebaikan.  Melestarikan cinta pada sesama dan semesta, hakikatnya kita sedang mengamalkan sifat rahman an rahimnya Tuhan yang disebut dalam Al-Qur'an secara berulang.

Mengarahkan cinta pada ibadah seperti sholat berjamaah  dapat melahirkan pahala yang luar biasa. 

Sholat berjamaah yang biasa dilakukan di mesjid konon bernilai 27 kali lebih besar pahalanya dibandingkan solat sendirian. Itu satu pahala kebaikan yang diperoleh dari sholatnya saja. 

Dalam sebuah riwayat disampaikan : Barang siapa yang keluar dari rumah menuju mesjid untuk solat berjamaah dalam kondisi punya wudlu, maka pahalanya seperti pahala ibadah haji dan umroh. (Al Hadits).

Pahala lain yang Alloh sertakan dalam langkah kaki yang diayunkan menuju masjid, ternyata memiliki hitungan pahala tersendiri. Diriwayatan dalam sebuah hadits bahwa Alloh mengurangi dosa orang itu sebanyak hitungan langkah kakinya menuju mesjid. 

Demikian hebatnya cinta yang diarahkan pada kegiatan ibadah, hanya karena satu kali sholat di masjid  yang dilakukan karena cinta kepada Alloh, ia memperoleh 27 pahala, memperoleh pahala seperti ibadah haji dan umroh serta pengampunan dosa sebanyak langkah kaki dia menuju mesjid.

Bila cinta ini dikonsentrasikan dalam ruang dan dimensi sosiologis yg lebih mulia seperti khidmah pada keluarga, merawat ibu yang tengah sakit atau bentuk birrul walidaeni lainnya,  maka dimensi pahalapun akan diperoleh lebih besar lg. 

Dalam sebuah riwayat dikisahkan bahwa  ridlo Alloh itu bergantung pada ridlo orang tua. Dan murka Alloh pun bergantung pada murka kedua orang tua. Pada riwayat lain diceritakan bahwa sebaik baiknya manusia adalah orang yang baik pada keluarganya. (Al hadits). Implementasi kata cinta yang dijadikan pijakan dalam setiap amal, pada dasarnya sedang menerapkan prinsip Islam  rohmatan lil 'alamin

Demikian pentingnya kita merawat cinta baik pada keluarga, kerabat, lingkungan ataupun sesama. Sampai nabi mengatakan dalam sebuah hadits : cintailah sesama yang ada di bumi, niscaya makhluk langit dan bumi akan mencintaimu.

Saat kita coba menitipkan cinta untuk melaksanakan berpuasa dengan baik (imaanan wahtisaaban), maka Alloh pun akan mengampuni dosa kita terdahulu dan yang akan datang. Amin... 

Ringkasnya : kemampuan merawat cinta yang dibumikan laksana membeli tiket terbukanya pintu surga dan pintu bahagia yang membumi. Rawatlah cinta dan arahkan ke hal-hal yang positif agar menjadi inspirasi fujur dan taqwa. (Redaksi)


No comments:

Post a Comment

Halaman Facebook

×
Berita Terbaru Update