-->

Notification

×

Puluhan Tahun Saluran Air Pembuang Mengalir Kini Ditutup Dalim

Tuesday, 6 April 2021 | 15:24 WIB Last Updated 2021-04-06T08:24:40Z



Karawang, journalnews.co.id – Warga dusun talunasman RT 003/001 Desa Talunjaya, Kecamatan Banyusari, Kabupaten Karawang mengeluhkan saluran pembuangan air rumah tangga atau koco yang sengaja ditutup oleh salah satu warga setempat bernama Dalim.

Sehingga dampak yang ditimbulkan, saluran air pembuang itu menjadi tidak lancar, bahkan berdampak halaman rumah warga kebanjiran apalagi bila turun hujan.

Dalam hal ini, selain meminta sipelaku untuk membuka kembali saluran air yang ditutup itu, juga meminta pihak pemerintah desa dapat memperhatikan dampak sosial yang ditimbulkan.

Tokoh masyarakat, Asep Anwar yang juga salah satu anggota Lembaga Bantuan Hukum Maskar Indonesia Posbakum Kecamatan Banyusari ini mengaku kesal dengan tidak adanya niat baik sipelaku untuk menyelesaikan persoalan saluran air yang kini berdampak kepada warga.

“Sudah satu minnggu ditutup, dan kondisi sekarang air sudah menggenangi pelataran rumah warga. Ada 9 rumah warga yang terdampak seperti rumah Ibu Silem, Daslim, Damir, dan Misto, akibat penutupan saluran air itu," ungkap Asep kepada media, Senin (05/04/2021) dilokasi.

Dikatakan Asep, warga sudah melakukan aksi protes kepada pemerintah desa, bahkan mendatangi kantor desa, namun tidak ada upaya nyata dari pihak pemerintah desa.

“Warga sudah protes menyampaikan aspirasinya, tapi tidak ada tanggapan dari pihak desa, bahkan persoalan ini sudah dilaporkan ke Pak Camat Banyusari. Warga minta agar pemerintah desa atau kecamatan menegor sipelaku untuk membuka saluran air yang ditutupnya ,” kata Asep.

Diakuinya, salah satu keinginan yang diminta warga adalah sipelaku bisa duduk bareng, apa alasannya menutup saluran air yang sudah ada sejak puluhan tahun. Dan diketahui secara umum saluran air itu merupakan kebutuhan warga yang sangat penting.

"Alasannya apa kok bisa bisa nya saluran air yang sudah berada sekitar 20 tahun, sekarang ujug - ujug ditutup begitu saja. Sekarang baru pakai gedebog pisang, kabarnya mau dicor biar permanen. Sudah satu Minggu saluran air ini ditutup, tidak ada warga yang berani buka. Pak Camat sudah tahu persoalan ini," jelas Asep .

Silem warga setempat mengaku dilema menghadapi kelakuan sipelaku. Satu sisi warga kerapkali mengeluh atas persoalan saluran air yang mengakibatkan banjir, sementara keluhan warga ini tidak mendapatkan tanggapan dari pihak desa.

“Kami minta secepatnya saluran air itu dibuka. Biar air lancar, akibatnya selain air menggenang juga bau. Karena air yang melewati saluran air itu adalah air limbah rumah tangga. Tolong kami pak," ucap Silem mewakili warga lainnya.

Sementara itu PJs Kades Talunjaya Djaja yang juga Kasiepem Kecamatan Banyusari, ketika dikonfirmasi mengatakan, dirinya sudah mengintruksikan kepada Sekdes Maman untuk membuka saluran air yang ditutup tersebut.

"Sudah saya perintahkan Sekdes Maman untuk membuka penutup saluran air itu. Suruh Linmas membukanya. Gak usah sama warga," singkat Djaja. (One)

No comments:

Post a comment

Halaman Facebook

×
Berita Terbaru Update